Berita Kabupaten Kupang

Hasil Temuan Ombudsman 11 Komponen Alat Uji Kendaraan Bermasalah

Hasil temuan menunjukan ada 11 komponen yang rusak dan dibiarkan begitu saja sejak tahun 2002. Terhadap kondisi ini, Ombusdman NTT berencana

Hasil Temuan Ombudsman 11 Komponen Alat Uji Kendaraan Bermasalah
PK/VEL
Darius Beda Daton, SH, Kepala Ombudsman Perwakilan NTT 

POS KUPANG.COM, OELAMASI ---Perwakilan Ombudsman NTT menemukan peralatan pengujian kendaraan (kir kendaraan) pada UPTD Pengujian kendaraan di Kabupaten Kupang bermasalah.

Hasil temuan menunjukan ada 11 komponen yang rusak dan dibiarkan begitu saja sejak tahun 2002. Terhadap kondisi ini, Ombusdman NTT berencana menyampaikan secara tertulis kepada Bupati Kupang terpilih untuk ditindaklanjuti perbaikannya.

Kepala Perwakilan Ombudsman NTT, Darius Beda Daton, S.H kepada Pos Kupang, Rabu (18/7/2018) menjelaskan, terkait dengan informasi yang diperoleh pihaknya bahwa selama ini proses pengujian kendaraan di Kabupaten Kupang mengalami kendala.

Untuk membuktikan itu, dirinya langsung turun ke lapangan, berkesempatan mengunjungi Kantor UPTD Pengujian Kendaraan/uji kir Kabupaten Kupang. Dirinya Saya terkejut karena ternyata semua alat uji utama mekanik semuanya rusak.

"Saya terkejut ternyata semua alat uji utama mekanik yang wajib ada pada Kantor pengujian kendaraan sebagaimana diatur Permenhub Nomor: PM 133 tahun 2015 tentang fasilitas uji kendaraan, mulai alat uji emisi gas buang hingga alat uji daya tembus cahaya pada kaca tidak berfungsi sama sekali.

Pengujian di sana semata-mata berdasarkan pengamatan visual para petugas uji. Semoga ini tidak menjadi penyumbang kecelakaan di jalan raya," jelas Darius.

Menurutnya, semua alat uji utama mekanik semuanya tidak berfungsi alias rusak. Sehingga semua uji kendaraan disana dilakukan dengan cara pengamatan/ visual saja oleh petugas penguji.

Untuk itu, dirinya berencana akan membuat laporan tertulis kepada bupati terpilih agar dicarikan jalan keluarnya.

Sementara Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Kabupaten Kupang, Defenser Lasi mengakui kalau alat uji mekanik sudah tidak berfungsi sejak tahun 2002. Alasan utamanya karena persoalan teknis berupa pemindahan kantor dari Kupang ke Oelamasi sehingga belum ada pengadaan. sementara ini, lanjut Defenser, dilakukan dengan pola uji visual semata sedangkan uji mekanik tidak dilakukan karena peralatan tidak ada. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved