Berita Undana Kupang

Ketua BEM FISIP Undana Kupang, Uang Pangkal Bagi Mahasiswa Baru Sangat Memberatkan

pemberlakuan uang pangkal bagi mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Mandiri Masuk Undana (SMMU) sangat memberatkan mahasiswa baru dan orangtua

Ketua BEM FISIP Undana Kupang, Uang Pangkal Bagi Mahasiswa Baru Sangat Memberatkan
Micdon Hede Patu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana Kupang

Laporan Reporter POS-KUPANG,COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Micdon Hede Patu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana Kupang mengatakan, pemberlakuan uang pangkal bagi mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Mandiri Masuk Undana (SMMU) sangat memberatkan mahasiswa baru dan orangtuanya.

"Uang pangkal punya kategori masing-masing per fakultas. Tahun lalu untuk FISIP Rp 3.5 juta, yang paling besar untuk kedokteran hewan dan kedokteran kayaknya. Kalau menurut saya dengan penerapan uang pangkal ini otomatis sangat memberatkan masyarakat lebih khusus orangtua yang anaknya melanjutkan studi di Undana, karena dasarnya orang mau masuk Undana karena Undana merupakan universitas negeri dan biayanya lebih rendah dari universitas swasta," ungkap Micdon ketika dihubungi POS-KUPANG.COM per telepon, Selasa (17/7/2018) pagi.

Dijelaskannya, Undana Kupang hari ini sudah mirip dengan universitas swasta yang menetapkan uang kuliah yang tinggi. Uang pangkal yang tinggi menurutnya juga tak terlepas dari peralihan status Undana yang sebelumnya Satuan Kerja (Satker) ke Badan Layanan Umum (BLU)

"Kenapa hari ini kita lihat biaya kuliah sangat memberatkan karena mahal itu sangat jelas karena ada pemaksaan peralihan status Undana tersebut. Sebenarnya status Undana itu belum siap menjadi BLU dan tetap di Satker sehingga tidak terlalu memberatkan orang begitu," ungkapnya.

Ia menilai, pelayanan di Undana yang selama ini berjalan belum optimal akan tetapi sudah memberatkan mahasiswa melalui kebijkan uang pangkalnya.

"Pelayanannya masih minim, contohnya dengan penerimaan yang sangat banyak tetapi kualitas pengajar dan jumlah ruangan tidak mumpuni begitu," jelas Micdon.

Jika uang pangkal diterapkan oleh Undana Kupang, lanjut Micdon, dirinya berharap ada pengurangan jumlah uang yang harus disetor mahasiswa bahkam bila perlu dihilangkan saja, karena menurutnya hal tersebut sangat memberatkan.

Sementara itu, Mangara Tua Silaban, Ketua BEM Fakultas Hukum Undana Kupang yang dihubungi POS-KUPANG.COM, Senin (16/7/2018) sore mengatakan, uang pangkal yang harus dibayar oleh mahasiswa baru memang memberatkan mahasiswa akan tetapi hal tersebut sudah menjadi konsekuensi logis yang harus diterima oleh calon mahasiswa.

"Jadi sebenarnya dampak dari Undana yang beralih dari sistem Satker (Satuan Kerja) ke BLU (Badan Layanan Umum) larinya ke situ. Orientasinya bukan pada mencerdaskan tapi kepada mencari keuntungan. Jadi berpikirnya terbalik Undana ini,"

Halaman
12
Penulis: Gecio Viana
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved