Berita Lembata

Nelayan di Lembata Demo Di DKP Lembata, Inilah Fakta-Faktanya

Inilah fakta-fakta kericuhan yang terjadi saat digelar aksi demo para nelayan di Lewoleba, Selasa (17/7/2018).

Nelayan di Lembata Demo Di DKP Lembata, Inilah Fakta-Faktanya
pos kupang.com, frans krowin
Suasana ricuh di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata sehingga Kabag Rendal Ops Polres Lembata, AKP Robert Bole turun tangan, Selasa (17/7/2018). 

POS-KUPANG.COM - Inilah fakta-fakta kericuhan yang terjadi saat digelar aksi demo para nelayan di Lewoleba, Selasa (17/7/2018). 

Aksi demonstrasi nelayan kecil di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata, Selasa (17/7/2018), berakhir ricuh.

Pendemo dan pegawai di kantor itu saling tunjuk sehingga terjadi keributan di kantor itu.

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 17 Juli 2018, Taurus Luar Biasa, Zodiak Lain Bagaimana?

Baca: Heboh! Dokter Bedah Plastik Ungkap Secara Ilmiah Jin BTS Pantas Dijuluki Worldwide Handsome

Berikut fakta-faktanya:

1. Peristiwa yang nyaris menimbulkan adu jotos antara nelayan dan para pegawai itu gara-gara pernyataan kedua belah pihak yang saling melecehkan antara satu sama lain.

2. Perwakilan pendemo menuding pegawai di kantor DKP tak becus bekerja sehingga Teluk Lewoleba rusak akibat penggunaan alat tangkap pursene yang tak terkendali.

3. Sebaliknya, para pegawai di Kantor DKP itu menuding pendemo asal bicara, hal mana bisa berdampak terhadap proses hukum karena bicara tanpa memiliki bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

4. Aksi saling tuding itu membuat para nelayan kecil lantas terpancing emosi sehingga mereka berontak dan nyaris menyerang salah satu oknum pegawai di kantor dinas tersebut.

Baca: Disuruh Suami Ganti Ompol Anaknya, Perempuan Ini Malah Habisi Dua Anak Kandungnya, Simak Videonya!

Baca: VIDEO: Larangan Pria Ini Membuat Istri dan 4 Putrinya Menghabisinya Dengan Cara Sadis

5. Menyaksikan rekan kerjanya ditunjuk-tunjuk oleh para nelayan, timbul rasa solidaritas para pegawai. Alhasil, keributan tak terhindarkan terjadi di dalam kantor tersebut.

6. Kepala Bagian Perencanaan dan Pengendalian Operasi (Kabag Rendal Ops) Polres Lembata, AKB Robert Bole langsung turun tangan. Dengan suara tinggi Robert meminta kedua belah pihak untuk mengendalikan emosi dan tetap tenang agar bisa meredam ketegangan tersebut.

Robert menyebutkan, ketegangan itu tak akan menyelesaikan persoalan yang sedang dibahas. Penggunaan pursene di Teluk Lewoleba itu tak akan menemui jalan keluar jika masing-masing tak mampu mengendalikan emosi.

"Kalau seperti ini, berarti masalah yang sedang dibahas tak akan selesai. Bahkan bisa muncul persoalan baru akibat tindakan diluar kontrol seperti yang terjadi saat ini. Untuk itu saya minta masing pihak mengendalilan diri," tandas Robert.

Baca: Tips Menarik Soal Waktu Yang Tepat Untuk Berintim Dengan Pasangan Berdasarkan Usiamu

Baca: Catat Ya, Jangan Lakukan 4 Hal Ini Pada Organ Intim, Karena Kamu Akan Menyesal

7. Sesaat kemudian, suasana yang memanas itu kembali reda dan pertemuan itu dilanjutkan lagi. Beberapa menit kemudian pertemuan itu ditutup sehingga perwakilan pendemo meninggalkan ruang rapat dan para.pegawai kembali beraktivitas seperti sebelumnya. (*)

Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Aksi Demo Nelayan di Lewoleba Berujung Ricuh

Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved