Opini Pos Kupang

Harapan Pelaku Pariwisata NTT Menyambut Annual Meeting IMF-WGB di Bali

Pertemuan itu mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta isu-isu terkini seperti outlook ekonomi global

Harapan Pelaku Pariwisata NTT Menyambut Annual Meeting IMF-WGB di Bali
Facebook/Wolreba Dempol
Pesona Pulau Padar, Labuan Bajo, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur. 

Akan tetapi disamping kemungkinan-kemungkinan peluang tersebut, ada pula masalah yang sebenarnya cukup merisaukan bagi para pelaku wisata lokal di luar kesiapan pemerintah setempat dalam membangun destinasi tentunya.

Masih Sangat Terbatas

Seperti kita ketahui bersama bahwa di Labuan Bajo masih sangat terbatas, baik jumlah kapal phinisi maupun kamar hotel dengan kelas premium. Memang beberapa bantuan kapal yang layak sedang dan akan didatangkan dari Bali dan sekitarnya.

Harus diakui sebagian besar kapal-kapal yang beroperasi di Labuan Bajo masih dalam ketegori menengah. Begitupun dengan beberapa hotel berkelas yang sementara dikebut pembangunannya demi mengejar acara wisata delegasi pertemuan IMF-WBG 2018 ini.

Jika kita menargetkan 10% saja dari jumlah delegasi yang 15.000 (bahkan bisa lebih) peserta itu akan berwisata ke Labuan Bajo dan sekitarnya, maka tentunya kita bisa jadi akan kekurangan kapal (yang berkelas premium) dan juga kamar hotel (premium/suite class) bagi para tamu yang notabene adalah para petinggi negara peserta pertemuan tersebut.

Para pelaku pariwisata (Tour Operator) lokal diminta untuk menyediakan paket-paket tour Premium Class yang tentunya juga harus dengan pelayanan yang berkelas premium. Hal ini menjadi kendala manakala fasilitas berkelas premium di Labuan Bajo masih terbatas

Dari keadaan ini tentunya para pelaku pariwisata di Nusa Tenggara Timur sangat mengharapkan agar ke depannya baik itu Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah bisa lebih serius dalam memperhatikan destinasi wisata yang ada dan bukan hanya di Labuan Bajo saja.

Infrastruktur yang ada agar benar-benar diperhatikan, begitu pula dengan manajemen di setiap destinasi demi kenyamanan dan keamanan para wisatawan.

Hendaklah semangat promosi pariwisata yang hebat juga diimbangi semangat membangun destinasi dan SDM yang hebat juga karena promosi pariwisata tanpa disertai dengan penataan destinasi dan SDM yang hebat adalah sia-sia.

Sedangkan untuk Pertemuan IMF-WBG 2018 itu, para pelaku pariwisata Nusa Tenggara Timur mengharapkan agar dapat terjadi kesepakatan-kesepakatan yang memihak pada pariwisata Indonesia khususnya pariwisata di Nusa Tenggara Timur.

Para pelaku Pariwisata Nusa Tenggara Timur juga tentunya sangat mengharapkan adanya investor, baik itu dari dalam negeri maupun dari luar yang berinvestasi di Nusa Tenggara Timur dengan mengutamakan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur. *

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved