Opini Pos Kupang

Harapan Pelaku Pariwisata NTT Menyambut Annual Meeting IMF-WGB di Bali

Pertemuan itu mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta isu-isu terkini seperti outlook ekonomi global

Harapan Pelaku Pariwisata NTT Menyambut Annual Meeting IMF-WGB di Bali
Facebook/Wolreba Dempol
Pesona Pulau Padar, Labuan Bajo, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur. 

Manfaat jangka pendek dengan menjadi tuan rumah pada acara Pertemuan IMF-WBG 2018 ini yaitu terlaksananya percepatan penyelesaian sarana penunjang kegiatan seperti bandara, destinasi wisata, dll.

Selain itu potensi penerimaan devisa dari kehadiran dan aktivitas tambahan seluruh peserta, baik itu sebelum, selama dan setelah kegiatan persidangan IMF-WBG 2018 tersebut yang diperkirakan mencapai angka 725 miliar rupiah selama kegiatan IMF-WBG 2018 berlangsung.

Penerimaan devisa tersebut berasal dari belanja para peserta antara lain pertemuan (Privat Section), transportasi dan akomodasi, makanan dan minuman, belanja dan hiburan dan wisata.

Dua ekor komodo, jantan dan betina di Taman Nasional Komodo tengah mengoyak dua ekor kambing muda, Labuan Bajo, Senin (6/6/2016). Komodo betina umumnya lebih agresif soal makanan.
Dua ekor komodo, jantan dan betina di Taman Nasional Komodo tengah mengoyak dua ekor kambing muda, Labuan Bajo, Senin (6/6/2016). (Estu Suryowati/KOMPAS.com)

Sedangkan manfaat jangka panjang adalah bisa jadi berupa pertama, pertukaran ilmu mengenai pembelajaran penyelenggaraan event-event internasional. Kedua, investasi dan perdagangan dengan lebih dikenalnya produk lokal dan terciptanya peluang investasi serta transaksi perdagangan.

Ketiga, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia, khususnya Bali dan Beyond Bali. Keempat, meningkatnya kemampuan kepemimpinan Indonesia dalam penyelenggaraan event-event internasional dan pembahasan isu-isu global.

Lantas bagi Pariwisata Nusa Tenggara Timur, kita boleh berbangga karena Labuan Bajo termasuk dalam salah satu dari tujuh destinasi (Bali, Lombok, Toraja, Danau Toba, Yogyakarta dan Banyuwangi) yang akan dijadikan tempat tujuan wisata bagi para delegasi maupun peserta lainnya yang dipersiapkan oleh pemerintah Indonesia.

Meskipun kita harapkan dalam pelaksanaannya nanti kunjungan delegasi dan peserta lainnya ke Labuan Bajo tersebut bisa dilanjutkan sampai pada destinasi-destinasi lainnya yang berada di sekitar Labuan Bajo.

Dengan gambaran jumlah delegasi dan peserta yang begitu banyak dan proyeksi belanja mereka yang begitu besar sebenarnya kita sangat perlu untuk lebih mensosialisasikan event tersebut kepada pemerintah daerah dan segenap masyarakat, khususnya yang memiliki usaha berkaitan dengan pariwisata.

Tujuannya tentu saja agar masyarakat atau pelaku pariwisata setempat dapat lebih siap lagi, baik kesiapan produk wisata yang akan ditawarkan maupun kesiapan secara pelayanan kepada para delegasi dan peserta yang akan berwisata.

Bisa saja dengan menyiapkan acara-acara seperti tarian atau festival atau atraksi lainnya yang membuat suasana lebih meriah saat para tamu tersebut sedang tidak berlayar ke pulau-pulau. Intinya adalah sosialisasi untuk merangsang kreativitas masyarakat agar semakin aktif dalam menunjukan kearifan lokal destinasi tersebut.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved