Berita Kabupaten Lembata

BREAKING NEWS: Nelayan Kecil Demo di Kantor Perikanan

Kalau tuntutan ini tidak digubris maka nelayan kecil akan menempuh jalan pintas, yaitu mengebom ikan di teluk ini

BREAKING NEWS: Nelayan Kecil Demo di Kantor Perikanan
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Sejumlah nelayan sedang menggelar unjukrasa di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata, Selasa (17/7/2018).

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS- KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Rakyat Lembata (Apperal) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lembata. Mereka mengajukan satu tuntutan, yakni tutup Teluk Lewoleba dari kapal pursene.

"Kalau tuntutan ini tidak digubris maka nelayan kecil akan menempuh jalan pintas, yaitu mengebom ikan di teluk ini. Kalau kami tidak lakukan cara membom ini, maka kami akan susah," tandas para nelayan dalam aksinya yang dilalukan di depan pintu gerbang kantor dinas tersebut.

Para nelayan kecil itu juga melitanikan kesulitan yang dihadapi selama ini. Kesulitan tersebut disebabkan oleh maraknya penggunaan pursene oleh para nelayan berduit di Telul Lewoleba, Kabupaten Lembata.

Penggunaan.pursene di Teluk Lewoleba itu, sangat meresahkan nelayan kecil. Saat menangkap ikan, misalnya, pengguna pursene itu tak mempedulikan adanya nelayan kecil yang juga sedang menangkap ikan di dalam teluk.

Para oknum nelayan itu, bahkan melingkari juga para nelayan kecil tersebut. Hal itulah yang membuat nelayan kecil marah. Sebab sesuai regulasi, penggunaan pursene harus jauh dari bibir pantai. Tapi fakta yang terjadi di Lewoleba, pursene malah digunakan sampai di tepi pantai.

"Pemerintah harus memahami ini. Kalau pursene tidak segera dilarang, maka akan semakin rusak ekosistem di Teluk Lewoleba ini," ujar salah seorang.orator. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help