Berita Lembata

Aksi Demo Nelayan di Lewoleba Berujung Ricuh

Aksi demonstrasi nelayan kecil di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata berakhir ricuh.

Aksi Demo Nelayan di Lewoleba Berujung Ricuh
pos kupang.com, frans krowin
Suasana ricuh di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata sehingga Kabag Rendal Ops Polres Lembata, AKP Robert Bole turun tangan, Selasa (17/7/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Aksi demonstrasi nelayan kecil di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata berakhir ricuh. Pendemo dan pegawai di kantor itu saling tunjuk sehingga terjadi keributan di kantor itu.

Peristiwa yang nyaris menimbulkan adu jotos antara nelayan dan para pegawai itu gara-gara pernyataan kedua belah pihak yang saling melecehkan antara satu sama lain. Perwakilan pendemo menuding pegawai di kantor DKP tak becus bekerja sehingga Teluk Lewoleba rusak akibat penggunaan alat tangkap pursene yang tak terkendali.

Sebaliknya para pegawai di Kantor DKP itu menuding pendemo asal bicara, hal mana bisa berdampak terhadap proses hukum karena bicara tanpa memiliki bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Atas sikap saling tuding itu, para nelayan kecil lantas terpancing emosi sehingga mereka berontak dan nyaris menyerang salah satu oknum pegawai di kantor dinas tersebut. Menyaksikan rekan kerjanya ditunjuk-tunjuk, timbul rasa solidaritas para pegawai. Alhasil, keributan tak terhindarkan terjadi di dalam kantor tersebut.

Tatkala suasana makin memuncak, Kepala Bagian Perencanaan dan Pengendalian Operasi (Kabag Rendal Ops) Polres Lembata, AKB Robert Bole langsung turun tangan. Dengan suara tinggi Robert meminta kedua belah pihak untuk mengendalikan emosi dan tetap tenang agar bisa meredam ketegangan tersebut.

Robert menyebutkan, ketegangan itu tak akan
menyelesaikan persoalan yang sedang dibahas. Penggunaan pursene di Teluk Lewoleba itu tak akan menemui jalan keluar jika masing-masing tak mampu mengendalikan emosi.

"Kalau seperti ini, berarti masalah yang sedang dibahas tak akan selesai. Bahkan bisa muncul persoalan baru akibat tindakan diluar kontrol seperti yang terjadi saat ini. Untuk itu saya minta masing pihak mengendalilan diri," tandas Robert.

Sesaat kemudian, suasana yang memanas itu kembali reda dan pertemuan itu dilanjutkan lagi. Beberapa menit kemudian pertemuan itu ditutup sehingga perwakilan pendemo meninggalkan ruang rapat dan para.pegawai kembali beraktivitas seperti sebelumnya. (*)


Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help