Berita Undana Kupang

Rangkap Jabatan Rektor Undana Tidak Ada Masalah

dari aspek rangkap jabatan selama diizinkan oleh RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) hal tersebut bukan suatu masalah

Rangkap Jabatan Rektor Undana Tidak Ada Masalah
pos kupang.com, gecio viana
Bill Nope SH, LLM, Ketua Pusat Anti Korupsi Undana (PAKU) saat ditemui POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya di kantor Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Penfui Kota Kupang. Senin (16/7/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bill Nope SH, LLM, Ketua Pusat Anti Korupsi Undana (PAKU) mengatakan, rangkap jabatan yang dilakukan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D sudah pernah dilaporkan dan tidak ada masalah. Senin (16/7/2018)

Hal itu disampaikannya kepada saat ditemui POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya di kantor Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Penfui Kota Kupang.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut juga pernah dilaporkan sebelumnya oleh Basri K dan Gabriel Goa dari PADMA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia), bahkan dilaporkan sampai KPK dan Ombudsman RI akan tetapi tidak ditemukan adanya persoalan.

"Dia (Gabriel Goa) sudah melakukan klarifikasi dari Ombudsman RI bahwa tidak ada masalah dalam rangkap jabatan tersebut dan rektor (Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D) juga sudah menunjukkan ada surat izin dari menteri pendidikan," katanya.

Menurutnya, karena perseolan tersebut sudah dilaporkan oleh Prof. Ir. Yusuf L. Henukh, Ph.D ke KPK beberapa hari yang lalu, dirinya berpendapat biarkanlah proses hukum berlangsung.

"Kalau KPK menemukan ada kejanggalan atau temuan kerugian negara silahkan, korupsi yang dimaksud di sini bukan korupsi makan uang, pak Rektor (Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D) dianggap menerima gaji dobel (rangkap). dia (rektor Undana) dianggap menerima gaji sebagai rektor dan menerima gaji dari uang negara sebagai komisaris. Itu masalahnya. Jadi bukan karena dia makan uang Undana. Atau korupsi uang bank NTT," tegasnya

Lanjut Bill, dari aspek rangkap jabatan selama diizinkan oleh RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) hal tersebut bukan suatu masalah

"Kan RUPS yang minta bukan dia yang melamar dan demi menyelamatkan bank yang sementara tidak ada orang yang duduk sebagai Komisaris Independen pada waktu itu,"

Dikisahkannya, pada tahun 2014 silam Prof. Fredrik telah mengundurkan diri sebagai Komisaris Independen Bank NTT karena ingin maju dalam pemilihan rektor Undana, sehingga jabatan yang diembannya menjadi kosong.

Halaman
12
Penulis: Gecio Viana
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help