Berita Internasional

Kematian Warga Sipil di Afghanistan Mencapai Rekor Tertinggi

umlah warga sipil Afghanistan yang tewas dalam konflik berkepanjangan di negara itu mencapai rekor tertinggi enam bulan pertama

Kematian Warga Sipil di Afghanistan Mencapai Rekor Tertinggi
(REUTERS/Mohammad Ismail)
dokumen: Seorang pria menangis di samping seorang anak perempuan terluka di sebuah rumah sakit setelah serangan bunuh diri di Kabul, Afganistan, Minggu (22/4/2018). 

POS KUPANG.COM -  - Jumlah warga sipil Afghanistan yang tewas dalam konflik berkepanjangan di negara itu mencapai rekor tertinggi selama enam bulan pertama 2018 menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Minggu (15/7), dengan serangan militan dan bom bunuh diri sebagai penyebab utama kematian.

Selama kurun itu jumlah korban jiwa di kalangan warga sipil sampai 1.692 orang atau naik satu persen dibandingkan setahun sebelumnya dan yang tertinggi sejak Misi Bantuan PBB di Afghanistan (United Nations Assistance Mission in Afghanistan/UNAMA) mulai mendata pada 2009.

Di samping itu, ada 3.430 orang yang terluka dalam perang tersebut, turun lima persen dari periode yang sama tahun lalu menurut laporan PBB yang dikutip AFP.

Secara keseluruhan korban sipil konflik berkepanjangan di Afghanistan selama periode itu mencapai 5.122, merosot tiga persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun jumlah korban tewas mencapai angka tertinggi meski ada gencatan senjata yang belum pernah terjadi antara pasukan keamanan Afghanistan dan Taliban bulan lalu, yang sangat dihormati kedua belah pihak, kata UNAMA.

Gencatan senjata untuk tiga hari pertama Idul Fitri ditandai dengan kegembiraan sementara pasukan keamanan dan pejuang Taliban merayakan hari raya, memunculkan harapan bahwa perdamaian mungkin terwujud setelah konflik selama hampir 17 tahun.

Namun, gencatan senjata diwarnai dua serangan bunuh diri di provinsi timur Nangarhar yang menewaskan puluhan orang dan diklaim kelompok ISIS, yang bukan bagian dari gencatan senjata.(*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved