Berita Edisi Minggu

WKRI DPD Provinsi NTT Gelar Aneka Lomba Meriahkan HUT WKRI ke -94

Kegiatan ini memeriahkan Hari Ulang Tahun WKRI, Pesta Sta. Ana Pelindung WKRI dan HUT Kemerdekaan RI ke-73.

WKRI DPD Provinsi NTT Gelar Aneka Lomba Meriahkan HUT WKRI ke -94
ISTIMEWA
Ketua Presidium WKRI DPD NTT, Ursula Dando Lio dan Wakil Ketua Presidum I, Efie Seran Gheta, foto bersama dengan Pengurus DPC Gereja Katedral Kristus Raja Kupang usai perayaan ekaristi di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Apolonia Matilde Dhiu

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi NTT akan menggelar aneka kegiatan pada akhir Juli hingga awal Agutus 2018.

Kegiatan ini dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) WKRI, Pesta Sta. Ana Pelindung WKRI dan HUT Kemerdekaan RI ke-73.

Beberapa mata lomba yang akan dilaksanakan, yakni lomba paduan suara, lomba tarian Germas, lomba pesan berantai tentang AD/ART WKRI, lomba pangan lokal dan lomba tarik tambang.

Selain itu, ada bakti sosial yakni kunjungan kasih ke paroki atau stasi terpencil, merawat lingkungan dan aksi sosial lainnya yang akan dilaksanakan pada awal Agustus.

Kegiatan lain, yakni penilaian dan pemberian apresiasi bagi DPC yang telah melaksanakan kegiatan sesuai amanat AD/ART 2013 dan misa syukur HUT WKRI dan Hari Santa Ana tanggal 25 Juli 2018.

Ketua Presidium WKRI DPD Provinsi NTT, Ursula Dando Lio, kepada Pos Kupang, Kamis (12/7/2018), menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas segala kreativitas para anggota, baik di DPD, cabang maupun ranting atas semua aktivitas yang sudah dilakukan dalam rangka memeriahkan HUT WKRI ke-94 tahun 2018.

Terkait lomba, katanya, para ketua DPC di Kota Kupang kiranya dapat mengirim utusan untuk mengikuti kegiatan perlombaan yang akan berpusat di Paroki St. Yosep Pekerja Penfui dan WKRI DPC Penfui yang akan menjadi tuan rumah.

Ia berharap, panitia dan WKRI DPC Penfui bisa berkoordinasi dengan baik dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Selain peserta dari setiap DPC di Kota Kupang, akan ada peserta dari luar organisasi WKRI.

Ursula mengatakan, HUT WKRI jatuh pada 26 Juni dan sebelumnya sudah melaksanakan beberapa kegiatan seperti, ziarah ke makam para pendiri WKRI DPD NTT yang dimakamkan di Kota Kupang, yakni almrhumas Constance Porsiana-Chmberlain, almarhumah Bentanone dan almarhumas Ny. Ani Salmons-Wout, setelah DPD WKRI NTT mencari dan mengumpulkan data-data terkait para pendiri ini.

Selain itu, kata Ursula, para pengurus DPD, DPC dan ranting juga menghadiri misa perayaan HUT WKRI yang diselenggarakan oleh DPC Gereja Katedral Kristus Raja Kupang tanggal 26 Juni 2018.

Di puncak acara di DPC Katedral Kristus Raja Kupang, juga dilakukan pemotongan tumpeng HUT WKRI.

Pada kesempatan itu, Ursula menyampaikan sambutanya terkait HUT WKRI. Dalam sambutanya, Ursula mengatakan, di NTT ada 29 Cabang WKRI yang berada di wilayah kerja DPD WKRI Provinsi NTT.

Namun, tidak semuanya melakukan kegiatan untuk memeriahkan HUT WKRI.

Rendahnya aktivitas di tingkat cabang dan ranting dipengaruhi banyak faktor dan yang pasti adalah rendahnya penghayatan terhadap tugas perutusan yang diemban.

Menurut Ursula, pemahaman tentang kehadiran organisasi WKRI masih sebatas cukup ada untuk memenuhi tuntutan kehadiran sebuah organisasi kemasyarakatan, selebihnya belum diaplikasikan dalam seluruh aktivitas.

"Sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan jika semua anggota mampu menerjemahkan program dan kegiatan yang diturunkan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) hasil Kongres XIX yang dijabarkan lebih lanjut dengan mempertimbangkan kebutuhan lokal NTT yang dituangkan dalam program kerja Konferda IV DPD WKRI NTT tahun 2017 dan sudah diteruskan ke masing- masing pengurus cabang. Namun, secara khusus saya memberikan apresiasi dan selamat kepada para anggota DPD dan Cabang yang sudah melaksanakan kegiatan dengan penuh tanggung jawab," ujarnya.

Dia mengatakan, thema HUT WKRI ke-94, yakni "Menghormati Keberagaman dan Mengawal Demokrasi Indonesia Yang Bermartabat" dengan sub thema "Dalam wadah WKRI, wadah kesatuan gerak perempuan Katolik, yang bersifat sosial aktif, mandiri dalam menjalankan kehidupan berorganisasi berpedoman pada prinsip-prinsip solidaritas, subsidiaritas, berlandaskan ajaran sosial gereja".

Untuk itu, katanya, semua pengurus dan anggota harus tanggap terhadap seruan dan ajaran sosial gereja, yang berkaitan dengan thema-thema pokok, yakni keluarga, lingkungan, trafficking dan kejahatan korupsi.

Ia mengajak anggota WKRI se-NTT untuk tetap menjaga dan mengawal proses demokrasi di tahun politik ini, agar tetap menjadi pemilih yang cerdas dan rasional.

Anggota WKRI NTT harus kenal betul kandidatnya dengan mencari informasi tentang rekam jejak kandidat, pemimpin yang beriman dan siap mengamalkan Pancasila, rekam jejak yang baik, mau memperjuangkan kepentingan umum dan mau menerima aspirasi yang masuk, termasuk aspirasi gereja katolik.

Menurutnya, imbauan ini mengingatkan anggota tentang visi dan misi organisasi WKRI yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945.

Dikatakannya, untuk mewujudkan semua visi dan misi tersebut, semua anggota harus bergandengan tangan melakukan percepatan dalam peningkatan sumber daya secara menyeluruh.

Karena sebuah organisasi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari anggota WKRI di daerah ini.

Ursula berharap, WKRI sebagai organisasi kemasyarakat harus mampu memberdayakan semua potensi perempuan, agar mampu mengelolah hidupnya dengan memperhatikan lingkungan hidup dan budaya nilai, menjaga kedaulatan pasangan sebagai anugerah Tuhan dan memelihara bumi sebagai rumah bersama.

WKRI, katanya, harus bisa menyiapkan kader penerus bangsa yang berkarakter, meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) serta program peningkatan ekonomi keluarga dengan mengupayakan akses modal dengan berkoperasi dan membuka peluang usaha bagi kelompok usaha kecil.

Selain itu, mewujudkan ketahanan masyarakat dengan mengembangkan kemitraan dengan organisasi lain yang mempunyai kepedulian yang sama. (*)

Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help