Berita Nasional

KPK Tangkap Anggota DPR dari Golkar. Begini Tanggapan Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Viktus Murin

Tagline bersih tersebut diluncurkan Partai Golkar ke publik pada era kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto hasil Munaslub Desember 2017.

KPK Tangkap Anggota DPR dari Golkar. Begini Tanggapan Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Viktus Murin
IST
Viktus Murin 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA -- Partai Golkar tetap konsisten dan siap menanggung konsekuensi dari semboyan atau tagline politik “Golkar Bersih-Golkar Bangkit-Golkar Maju-Golkar Menang”.

Tagline bersih tersebut diluncurkan Partai Golkar ke publik pada era kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto hasil Munaslub Desember 2017. Konsistensi sikap Partai Golkar itu merefleksikan kehendak dan cita-cita Partai Golkar sebagai kekuatan ideologis dalam pembangunan nasional, yang substansinya selaras dengan Program Nawacita Presiden Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Sekjen Bidang Kajian Strategis dan Intelijen DPP Partai Golkar, Viktus Murin, saat dikonfirmasi Pos Kupang melalui ponsel selulernya pada Sabtu pagi (14/7/2018), menanggapi peristiwa penangkapan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang berinisial ES oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (13/7/2018).

Baca: KPK Geledah 8 Lokasi Terkait OTT di Tulungagung dan Blitar

Sebagaimana diberitakan, ES ditangkap KPK Jumat siang di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham saat menghadiri pesta ulang tahun anak Idrus Marham. Bersama ES, KPK mencokok delapan orang lainnya dalam operasi penangkapan tersebut. Juru Bicara KPK, Febridiansyah mengonfirmasikan bahwa sembilan orang yang ditangkap KPK itu selain Anggota DPR RI, ada unsur dari pihak swasta, staf ahli, dan sopir pribadi.

Viktus Murin yang juga Sekretaris BAKASTRATEL (Badan Kajian Strategis dan Intelijen) DPP Partai Golkar ini mengakui, pasca penangkapan kader perempuan Partai Golkar yang berinisial ES, tentu saja ada keprihatinan kolektif pada internal DPP. Namun, jauh di atas keprihatinan internal semacam itu, cita-cita dan kehendak ideologis Partai Golkar tetap merupakan hal tertinggi dalam hal pedoman pergerakan atau kiprah partai.

“Kami tentu saja prihatin terhadap Ibu ES. Tetapi, kami lebih prihatin pada gangguan terhadap cita-cita ideologis partai, dalam hal ini membentuk eksistensi dan citra Partai Golkar sebagai partai yang bersih dari korupsi. Apakah akan ada bantuan hukum kepada Ibu ES, tentu saja akan dikaji secara proporsional oleh badan hukum Partai Golkar,” tandas Viktus Murin, mantan aktivis mahasiswa 1998 yang pernah menjadi Sekjen Presidium GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) periode 1999-2002.

Baca: KPK Amankan Dokumen Kasus Suap terkait Dana Otsus Aceh

Menurut Viktus Murin, Partai Golkar tetap berkeyakinan bahwa publik tidak akan mencampuradukkan kasus hukum seperti yang menimpa ES dengan prinsip-prinsip dan program nasional Partai Golkar untuk memajukan pembangunan bersama pemerintah.

“Partai Golkar adalah partai politik moderen yang usianya paling tua di republik ini. Kasus hukum seperti yang menimpa ES tentu saja berpengaruh secara psikologis di lingkungan internal partai. Namun demikian, tidak mengganggu secara keseluruhan dalam hal langkah maju dan kiprah Partai Golkar bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” pungkas Viktus Murin, yang pada era awal 1990-an pernah menjadi jurnalis Pos Kupang, koran harian terbesar di Nusa Tenggara Timur. *

Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved