Berita Sumba Timur

Hari Pertama, Rambu Ciko Meraup Omzet 72 Juta di Pameran Festival Tenun Ikat

Pemerintah menyelenggarakan festival tenun ikat dan Parade 1001 ekor Kuda Sandelwood memang membawa keuntungan bagi pemerintah

Hari Pertama, Rambu Ciko Meraup Omzet 72 Juta di Pameran Festival Tenun Ikat
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Rambu Ciko (kanan) sedang foto bersama keluarganya berlatarkan kain tenun Sumba Yang Mahal.

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM|WAINGAPU--Pemerintah menyelenggarakan festival tenun ikat dan Parade 1001 ekor Kuda Sandelwood memang membawa keuntungan bagi pemerintah dan masyarakat pengiat tenun ikat.

Sejumlah masyarakat Pengiat tenun ikat mengaku pada hari pertama pameran tenun ikat pada kegiatan festival tenun ikat Sumba di lapangan Pahlawan Kota Waingapu, Kamis (12/7/2018) ada yang memperoleh omzet hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Salah satu penjual tenun ikat sekaligus sebagai pengrajin tenun ikat Adriana Mbelu Ana Jawa alias Rambu Ciko Ketika ditemui Pos Kupang di lapangan Pahlawan Kota Waingapu, Jumat (13/7/2018) mengaku pada hari pertama pameran tenun ikat di hari kegiatan festival tenun ikat tersebut, ia meraup omset atau keuntungan hingga mencapai 72 juta.

"Kami hari pertama pameran di hari festival tenun ikat Sumba itu, saya dapat hasil 72 juta",ungkap Rambu Ciko.

Rambu Ciko mengatakan, pada hari itu, pembeli yang membeli sarung tenun yang dijualnya di stan Rambu Ciko miliknya adalah pembeli yang datang dari luar pulau Sumba, sementara sebagian kecil pembeli di daratan Sumba.

Rambu Ciko yang juga mengatakan, kain tenun yang dijualnya tersebut bukan dibelinya dari orang lain baru dijual, namun hasil karyanya sendiri bersama dengan anggota keluarganya.

Kata dia, motif dari kain tenun ikat hasil karyanya bersama keluarga bukan sembarang, namun memiliki makna dari leluhur atau nenek moyang orang Sumba.

"Kita ambil motif tidak sembarang, kita ambil motif mempunyai makna dari nenek moyang, misalnya bagamana penguburan orang Sumba, proses perang dimana pada zaman dahulu nenek moyang kalau menang perang membawa pulang kepala musuh, begitu juga kepalanya digantung dimana dan lain sebagainya itu yang digambar motif kain tenun ikat Sumba"kata Rambu Ciko.

Rambu Ciko mengatakan dari makna motif tenun ikat, proses pembuatan bahan sangat alami dan ketajaman pewarnaan, serta proses pembuatanya membutuhkan waktu yang lama sehingga ada kain tenun yang dijual hingga mencapai 25 juta.

Halaman
12
Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help