Jurnalisme Warga

Drivers for Change: Catatan Inspiratif Anak Muda Mollo dari Inggris (5)

Kami belajar tentang SE pagi itu justru bukan dari keasyikan melihat kastil dan bangunan tua atau taman kota yang indah di bawah langit biru

Drivers for Change: Catatan Inspiratif Anak Muda Mollo dari Inggris (5)
FOTO DICKY SENDA
Aktivitas peserta Drivers for Change di Inggris 

Kate mewakili Acumen CIC sebuah lembaga telah mendukung lebih dari 2 ribu masyarakat lokal untuk mendapat pekerjaan di area East Durham, lewat berbagai pelatihan dan kursus yang terakreditasi. Fokus mereka memang terkait isu lapangan pekerjaan.

Salah satu proyek yang menarik perhatian saya adalah bagaimana kolaborasi berbagai komunitas SE di Sunderland dalam menentukan arah kota ini menuju masa depan.

Sebagai kota lama yang banyak ditinggalkan penduduknya karena alasan lapangan pekerjaan, mereka merasa perlu untuk membuat perencanaan baru dengan memanfaatkan ekosistem SE yang sudah bagus dan mencoba untuk berkembang dengan dana/investasi bergulir dari setiap komunitas SE.

Inggris Dicky2
(FOTO DICKY SENDA)

Ini sangat menarik. Memang belum terlihat maksimal tapi dari beberapa titik kecil di sudut kota sudah mulai terlihat progresnya. Misalnya di Peacock dan Firestation Restaurant yang kami kunjungi dan menjadi semacam pusat seni dan ekonomi kota yang potensial untuk menggerakan komunitas lain.

Firestation menginvestasikan gedung lama bersejarah untuk sebuah tempat makan sekaligus pusat seni.
Ada berbagai ruang pelatihan dan pementasan di lantai atas bangunan tersebut. Kami menemui anak-anak berlatih balet dan yoga di sana. Keuntungan dari semua itu? Sedang dalam proses pembangunan ruang seni warga yang lebih luas di samping Firestation.

Ada satu program komunitas yang menarik perhatian saya di Sunderland, yang bertumbuh, dibiayai dan membiayai aktivitas mereka dari kewirausahaan sosial, namanya North East Dance, ruang dengan 10 program unik di mana anak hingga orang tua mengaktualisasikan diri mereka lewat tari.

Tapi visi dan program mereka menarik dan tentu saja bukan sekadar menari saja. Salah satu programnya adalah Move and Groove, khusus untuk para manula yang semakin tua semakin punya keterbatasan dalam mobilitas. Atau Jive Alive, kelas tari dengan pendekatan psikoterapi atau terapi holistik.

Ketimbang diet ketat atau mengkonsumsi obat, menari bisa jadi satu bentuk investasi untuk kesehatan fisik maupun kesejahteraan jiwa (wellbeing) mereka. Dikenakan tarif dan prosedurnya sama, keuntungannya dinvestasikan lebih lanjut untuk berbagai proyek kewirausahaan sosial di Sunderland dalam visi membangun kembali kota mereka yang punya lapangan pekerjaan yang cukup bagi semua warga.

“Investasi SE yang kami lakukan membantu pemerintah meminimalisir penggunaan anggaran untuk kesehatan mental dan fisik warga, tapi secara bersamaan semua ikut membangun kota ini dan ikut menciptakan berbagai jenis lapangan pekerjaan untuk semua warga,” ungkap Kate.

Kami menyelesaikan hari itu di kota yang sangat amat sepi ketika kabut tebal sudah turun menutupi bar Peacock dan gedung-gedung tua di sekitar pusat kota. Kabut dan dingin, teringat Mollo di Timor. Kami menuju ke penginapan milik kampus University of Sunderland. Besoknya harus ke Birmingham.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved