Jurnalisme Warga

Drivers for Change: Catatan Inspiratif Anak Muda Mollo dari Inggris (5)

Kami belajar tentang SE pagi itu justru bukan dari keasyikan melihat kastil dan bangunan tua atau taman kota yang indah di bawah langit biru

Drivers for Change: Catatan Inspiratif Anak Muda Mollo dari Inggris (5)
FOTO DICKY SENDA
Aktivitas peserta Drivers for Change di Inggris 

Saat sesi bersama Gordon Brown (yang tidak saya ketahui sebelumnya, beliau itu siapa), menjadi sangat sulit sebab topiknya agak berat, membicarakan ekonomi global. Brown memulainya dengan perubahan peta ekonomi dunia yang sudah bergeser ke timur (Asia) sebagai pemain utama dan bagaimana barat atau UK melihat fenomena ini. Bukan ke soal politik ekonomi tapi lebih ke ekonomi yang merata bagi semua kalangan.

Saya tertarik dengan beberapa nasihat beliau untuk kami: untuk menjadi bijaksana tidak bisa langsung jadi, ia berproses lewat pengalaman yang panjang. Penting untuk bekerja dalam tim dan ‘clear what you want to do’. Sebagai orang muda tujuan hidupmu apa dan bagaimana cara mewujudkannya, harus jelas dulu.

Masih di Edinburgh, kami berkunjung ke PwC (PricewaterhouseCoopers) sebuah lembaga jasa profesional dan perpajakan yang menjadi salah satu sponsor kegiatan Drivers for Change selain British Council.

Di PwC kami mendengar pemaparan Jane Portas, seorang penulis dan konsultas jasa terkait posisi perempuan di UK ketika kita bicara ekonomi, asuransi atau finansial. Meski tidak kasat mata, ternyata masih ada banyak sekali gap terkait antara laki-laki dan perempuan di UK.

Dicky Senda dan rekannya dari Indonesia
Dicky Senda dan rekannya dari Indonesia (ISTIMEWA)

Misalnya, meski suami dan istri sama-sama bekerja namun pengeluaran untuk kebutuhan saat mengisi waktu luang atau santai di rumah lebih banyak dikeluarkan oleh perempuan, berhubungan juga dengan tabungan istri yang lebih kecil bergitu juga waktu yang lebih banyak dihabiskan untuk mengurus rumah tangga.

Jumlah uang pensiun pun ternyata lebih kecil dan perempuan yang bercerai sebanyak 46% tidak memiliki properti. Menariknya angka harapan hidup perempuan UK adalah 83 tahun, sementara laki-laki 79 tahun. Apapun itu, dari Jane saya belajar, proses membangun sebuah proyek SE juga harus melalui proses riset juga. Masalah sosial yang ingin kita jawab harus diketahui (melalui riset) dengan mumpuni.

Saatnya menuju Sunderland!

Di Sundeland ketika saya bertemu Kate Welch yang memperkenalkan kondisi SE di kotanya, tantangan dan cara mengatasinya, dimulai dari hal sederhana dengan pendekatan Hedgehog model.

Di pendekatan ini, kita sebenarnya dibentuk dari tiga irisan besar: apa yang paling kamu cintai dan menjadi passion-mu? Apa yang bisa mendatangkan uang bagimu? Apa yang paling bisa kamu lakukan atau kemampuan terbaikmu di dunia ini?

Kalau kamu punya passion dan ingin punya uang dari passion-mu itu tanpa punya ketrampilan, itu sama dengan mimpi. Kalau kamu punya ketrampilan dan mendapat uang darinya, tapi kamu tidak punya passion, kamu hanya sebatas bekerja. Atau punya passion dan ketrampilan tapi tidak mendatangkan uang, itu namanya hobi. Karakter seorang aktivis SE adalah gabungan ketiganya.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help