Berita Kabupaten Lembata

Arus Kencang, Pedagang Pasok Ikan dari Solor

Langkah bisnis itu dilakukan karena hasil tangkapan ikan nelayan Lembata melorot drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Arus Kencang, Pedagang Pasok Ikan dari Solor
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Ikan yang dipasok dari Lamakera, Solor, Sabtu (14/7/2018) pagi dan Ibu Hasnah Husein (kanan, berbaju biru)

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS- KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Habsah Husein, seorang pedagang ikan di Lewoleba, Kabupten Lembata, memasok ikan dari Lamakera, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur (Flotim).

Langkah bisnis itu dilakukan karena hasil tangkapan ikan nelayan Lembata melorot drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Disaksikan Pos Kupang.Com, Sabtu (14/7/2018) pagi, ikan yang dipasok itu sekitar 20 baskom besar. Ikan itu dibeli seharga Rp 250.000 per bakul sehingga dari 20 baskom tersebut, pemasok ikan harus mengeluarkan uang sekitar Rp 5 juta, belum termasuk ongkos angkut dari Lamakera, Solor hingga Pelabuha Lewoleba, Lembata.

Kepada Pos Kupang.Com di Pelabuhan Lewoleba, pagi tadi, Hasnah Husein, pedagang ikan itu, menyebutkan ia terpaksa memasok ikan dari Solor karena hasil tangkapan nelayan di Lembata relatif kurang dalam beberapa pekan terakhir.

Hasnah menyebutkan, minimnya hasil tangkapan itu karena cuaca yang tak menentu belakangan ini. Angin sangat kencang sehingga gelombang laut sangat besar. Ikutannya, adalah nelayan tak bisa melaut karena arus sangat kencang baik dipermukaan maupun di dasar laut.

Di Lewoleba, lanjut Hasnah, permintaan konsumen akan ikan relatif tinggi. Sementara di saat yang sama, tangkapan nelayan sangat kurang. Untuk mengatasi ketimpangan itu, ia memutuskan untuk membelinya langsung dari tangan nelayan di Lamakera.

"Saya harus langsung ke Lamakera setelah sebelumnya menghubungi nelayan di sana (Lamakera) terlebih dahulu. Setelah kami sepakat harga, saya langsung turun untuk mengambil ikan tersebut. Awalnya saya mau beli dalam jumlah banyak tapi karena hasil tangkapan kurang sehingga semua ikan yang ada pada nelayan itu saya beli semua," ujar Hasnah.

Untuk ikan sebanyak 20 baskon besar itu, lanjut dia, ia mengeluarkan uang tak terlalu banyak jumlahnya.

Hanya sekitar Rp 10 juta dengan menghitung seluruh aktivitas hingga ikan tiba di pasar untuk dijual.

"Setelah saya hitung-hitung, uang yang saya keluarkan cukup besar hanya untuk 20 baskom itu," ujarnya.

Dengan demikian, lanjut dia, ikan itu dijual dengan harga yang sedikit lebih mahal, agar modalnya bisa didapat kembali. Ia juga harus untung, sehingga keuntungan itu dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan rumah tangga sehari-hari. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved