Berita Headline Pos Kupang

Hati-hati! Rentenir Berkedok Koperasi Marak di NTT, Beri Pinjaman dengan Bunga Tinggi

Koperasi berbadan hukum tumbuh subur dan sehat di Provinsi NTT. Namun, bersamaan itu praktik rentenir berkedok koperasi pun marak.

Hati-hati! Rentenir Berkedok Koperasi Marak di NTT, Beri Pinjaman dengan Bunga Tinggi
ILUSTRASI
Rentenir 

Ia mengaku sudah beberapa meminjam uang di koperasi harian, berkisar Rp 2 juta sampai Rp 10 juta. Cicilan dilakukan setiap bulan, tergantung lama masa pinjaman.

Baca: Penasaran Mau Nonton Live Streaming Final Piala Dunia 2018 di Android? Begini Caranya Guys

Warga Atambua lainnya, Petronela Bouk merasa terbantu menjadi anggota Koperasi Kasih Sejahtera. Setelah menjadi anggota bisa melakukan pinjaman. Bunga pinjaman yang diberikan masih wajar, ia mencicil tanpa ada hambatan.

General Manager Koperasi Kredit (Kopdit) Sangosay, Lodofikus Langa mengatakan, banyak masyarakat terjebak koperasi bodong alias rentenir berkedok koperasi. Hal itu terjadi karena masyarakat mau yang instan.

"Rentenir berkembang pesat karena mental masyarakat yang maunya instan. Hal ini yang mendorong rentenir berkedok koperasi tumbuh subur," papar Lodofikus di Bajawa, Rabu siang.

Baca: Masyarakat Kedang Beraksi di Gedung DPRD Lembata

Lodofikus mengungkapkan, masyarakat kebanyakan tidak mau menabung tapi mau meminjam. Masyarakat juga tidak mau bergabung di lembaga resmi yang bunganya terjangkau.

"Mereka mau dapatkan pelayanan dari usaha yang tidak resmi tetapi menawarkan kemudahan-kemudahan," ujar Lodofikus.

Kopdit Sangosay berupaya menyadarkan masyarakat dengan melakukan sosialisasi agar masyarakat paham, bisa membedakan koperasi legal dan koperasi ilegal.

Baca: Putra Soeharto Ini Ungkap Alasannya Tak Pernah Sentil Prabowo

"Kami lakukan sosialiasi tentang untung rugi atau resiko yang ditanggung oleh masyarakat ketika bertransaksi dengan lembaga-lembaga resmi dan lembaga keuangan yang tidak resmi.

Itu penyadaran yang pertama. Penyadaran yang kedua adalah masyarakat harus mulai dengan menabung. Untuk mengatasi kesulitan itu sebenarnya bisa dengan menabung," ujar Lodofikus. (kro/gg/rob/jen)

Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved