Berita Headline Pos Kupang

Hati-hati! Rentenir Berkedok Koperasi Marak di NTT, Beri Pinjaman dengan Bunga Tinggi

Koperasi berbadan hukum tumbuh subur dan sehat di Provinsi NTT. Namun, bersamaan itu praktik rentenir berkedok koperasi pun marak.

Hati-hati! Rentenir Berkedok Koperasi Marak di NTT, Beri Pinjaman dengan Bunga Tinggi
ILUSTRASI
Rentenir 

"(koperasi) Bulanan memang lebih untung tapi mau bagaimana lagi, kebutuhan hidup mendesak," ujar Sili Sogen, pedagang pisang asal Tanjung Bunga saat ditemui Rabu siang.

Menurutnya, koperasi bulanan berbeda dengan koperasi harian yang bisa pinjam dan dikembaikan setiap hari dengan jangka waktu pelunasan 24 atau 30 hari.

Baca: Didakwa Terima Suap Rp 5,9 Miliar, Marianus Sae Tidak Ajukan Eksepsi

"Kalau koperasi bulanan kita telat bayar, maka ada dendanya. Tapi kalau koperasi harian, kalau kita tidak ada uang kita bisa pinjam tendes," katanya.

Nes Welan mengaku tidak berminat menjadi anggota koperasi bulanan dengan alasan anaknya masih bersekolah.

Beberapa pedagang di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur juga mengaku lebih sering berurusan dengan koperasi harian ketimbang meminjam uang di bank atau koperasi simpan pinjam (KSP) dengan bunga bulanan.

Baca: Benarkah Marianus Sae Terima Uang Dari 2 Kontraktor Ini Selama 7 Tahun?

Juliana Bili menuturkan proses meminjam uang di koperasi harian lebih mudah dibandingkan dengan di bank atau KSP. Meski bunganya agak tinggi namun proses peminjamannya cepat dan tidak rumit. Sementara meminjam uang di bank maupun KSP membutuhkan waktu lama dan prosesnya ribet.

"Kita butuh modal itu cepat, jadi saya rasa pinjam uang di koperasi harian lebih bagus. Kalau di bank atau koperasi simpan pinjam prosesnya lama karena banyak tanda tangan administrasinya. Kalau bank sudah kasih pinjam, mereka sudah kasih kita tanda merah tidak akan pinjam lagi," ujar Juliana.

Juliana mengaku selalu pinjam uang untuk modal usahanya di koperasi harian. Mengenai besarnya pinjaman, ia mengaku tergantung kemampuanya, yakni berkisar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Untuk pinjaman Rp 1 juta, Juliana wajib setor setiap hari Rp 40.000 selama 30 hari. Artinya sampai lunas Juliana harus setor Rp 1,2 juta.

Baca: Puluhan Orangtua Calon Peserta Didik Baru Datangi Lagi SMA Negeri 3 Kota Kupang

Pedagang lainya, Serlince Momo mengatakan meminjam uang di koperasi harian karena tidak membutuhkan jaminan. "Mau bunganya mahal yang penting kita bisa ada punya modal," ujar Serlince.

Warga Atambua, Kabupaten Belu, Imelda Luruk mengaku terbantu dengan adanya koperasi bulanan. Selain prosesnya cepat, ada beberapa koperasi yang menerapkan bunga menurun.

Halaman
123
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help