Berita Flores Timur

Buka Diklat PTK Bagi Para Guru, Kadis PKO Flotim Minta Guru Tingkatkan Profesionalitasnya

kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi guru-guru SMA, MA dan SMAK di Flotim

Buka Diklat PTK Bagi Para Guru, Kadis PKO Flotim Minta Guru Tingkatkan Profesionalitasnya
POS KUPANG/FELIKS JANGGU
Kadis PKO Flotim Bernard Beda Keda membuka kegiatan Diklat PTK bagi guru SMA, MA dan SMAK di Aula SMAN 1 Larantuka Kamis (12/7/2018).

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA-- Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Flores Timur Bernard Beda Keda membuka kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi guru-guru SMA, MA dan SMAK di Flotim Kamis (12/7/2018).

Kegiatan yang digelar Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS itu menghadirkan instruktur Petrus Ratu Ile Tokan, M.Pd. Kegiatan berlangsung tiga hari sampai Sabtu (14/7/2018).

Hadir Ketua MKKS Flotim Yakobus Milan Bethan dan beberapa kepala sekolah dan guru peserta pelatihan.

Bernard Keda saat memberikan sambutan meminta agar guru menjaga profesionalismenya dan harga dirinya dengan meningkatkan kompetensi.

Agar guru tetap dihormati, guru harus meningkatkan kompetensinya. Terus mengasah kompetensinya pada wadah pembinaan profesi guru.

Mutu pendidikan NTT secara nasional, kata Bernard Keda sering mendapat sorotan miring. Dan miris sekali karena NTT selalu pada posisi ekor.

Karena itu, Bernard Keda mengajak para guru SMA untuk tampil mengubah situasi ini meski dalam tataran kecil. Setiap hari hendaknya bisa melakukan perubahan-perubahan kecil.

Guru di Flotim seperti guru lain di Indonesia, kata Bernard Keda sebenarnya sudah profesional. Secara nasional 65 persen guru di Indonesia sudah profesional. Sudah punya keahlian.

Meski demikian guru perlu terus mengasah kemampuanya di wadah kelompok kerja guru atau kelompok kerja kepala sekolah.

Meningkatkan kompetensi, kata Bernard Keda memang butuh biaya, tapi di sekolah ada dana bos dan juga ada uang sertifikasi.

Yang diperlukan bagaimana menyisihkan dari uang yang ada untuk meningkatkan kompetensi guru.

Yang terjadi selama ini, kata Bernard Keda para guru masih tidur. Meski bersertifikasi, kadang tidak mau menyisihkan uang sertifikasi itu untuk pengembangan kompetensi.

Moment diklat PTK hari itu, harap Bernard Keda agar dimanfaatkan secara sungguh. MKKS Flotim telah menyelenggarakan kegiatan yang luar biasa.

Bernard Keda menantang setiap guru di Flotim bisa menghasilkan sebuah buku, memulis PTK atau materi lainnya.(*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help