Berita Belu

Barang Bukti Kendaraan Bermotor Masih Menumpuk di Polres Belu

Dari sekian banyak kendaraan tersebut, ada yang kasusnya masih dalam proses hukum dan ada juga yang sudah selesai.

Barang Bukti Kendaraan Bermotor Masih Menumpuk di Polres Belu
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Barang Bukti kendaraan bermotor yang terlibat kasus kecelakaan di Mapolres Belu, Kamis (12/7/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM|ATAMBUA--Barang Bukti (BB) kendaraan bermotor yang terlibat kasus kecelakaan lalulintas masih menumpuk di Polres Belu. Dari sekian banyak kendaraan tersebut, ada yang kasusnya masih dalam proses hukum dan ada juga yang sudah selesai.

Meski kasusnya sudah selesai, para pemilik kendaraan belum juga datang menggambil kendaraannya.

Polisi menghimbau kepada pemilik kendaraan yang urusannya sudah selesai agar bisa menggambilnya di Polres Belu.

Hal itu dikatakan Kasat Lantas Polres Belu, AKP Harman Sitorus kepada Pos Kupang.Com, Kamis (12/7/2018). Menurut Harman, kendaraan yang menumpuk di halaman Satlantas Polres Belu saat ini itu merupakan barang bukti kecelakaan.

Dari sekian banyak kendaraan tersebut, ada yang sudah selesai urusannya namun pemiliknya belum datang menggambilnya. Bahkan ada kendaraan yang sudah bertahun-bertahun belum diambil pemiliknya.

Kendaraan tersebut banyak yang masih kondisi bagus dan masih layak dipakai untuk kepentingan ekonomi pemiliknya, seperti untuk ojek atau sarana transportasi keluarga.
Apabila pemiliknya datang menggambil, polisi akan menyerahkannya.

Pemilik kendaraan tidak perlu takut untuk datang menggambilnya, asalkan masalahnya sudah selesai yang dibuktikan dengan surat perdamaian, sehingga surat-surat kendaraan dan kendaraannya bisa dikembalikan.

Harman menilai, ada pemilik kendaraan bermotor yang pasrah dan tidak memiliki niat untuk datang menggambil kendaraannya, karena dinilai motornya sudah rusak berat atau tidak memiliki surat-surat kendaraan.

Menurut Harman, dalam kasus kecelakaan ringan seperti para korban hanya luka lecet, biasanya para pihak melakukan mediasi secara keluarga. Setelah urusannya selesai mereka tidak datang menggambil kendaraannya di Polres.

"Ada kasus kecelakaan dan BB dibawah ke Polres. Selanjutnya mereka menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Setelah urusannya selesai, mereka tidak datang ambil kendaraannya. Padahal kalau sudah selesai bisa datang ambil kendaran supaya bisa pakai," kata Harman.

Menurut Harman, kendaraan bermotor yang masalahnya masih dalam proses belum bisa dikembalikan kepada pemiliknya. Sedangkan yang sudah selesai urusan bisa datang menggambil kendaraannya di Polres. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help