Berita Headline Pos Kupang

Rektor Undana Dilapor ke KPK, Diduga Korupsi Rp 6,2 Miliar di Bank NTT

Kasus ini pernah dilaporkan oleh dosen FKIP Undana, Basri K kepada KPK. Namun, karena dianggap belum lengkap sehingga sulit ditindaklanjuti KPK.

Rektor Undana Dilapor ke KPK, Diduga Korupsi Rp 6,2 Miliar di Bank NTT
ISTIMEWA
Prof. Ir. Yusuf Leonard Henuk, Ph.D saat berada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (9/7/2018). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Prof. Ir. Yusuf Leonard Henuk, Ph.D melaporkan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si, Ph.D ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ombudsman RI di Jakarta, Senin (9/7/2018).

Baca: Begini Reaksi Rektor Undana Ketika Mengetahui Dilapor ke KPK

Fred Benu diduga melakukan korupsi senilai Rp 6,2 miliar selama menjabat sebagai Komisaris Independen Bank NTT. Fred Benu yang dikonfirmasi secara terpisah menampik semua dugaan yang dilaporkan Prof Henuk ke KPK tersebut.

Yusuf Leonard Henuk merupakan mantan dosen Undana. Pria yang akrab disapa YLH ini kini bekerja di Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. Meski sudah tidak mengabdi di Undana, YLH mengatakan punya tanggung jawab moril kepada daerah dan masyarakat NTT.

Baca: Fred Benu Kembali Terpilih Jadi Rektor Undana

Menurut Prof YLH, Fred Benu perlu mengembalikan semua uang yang diperolehnya saat menjabat sebagai komisaris independen Bank NTT.

"Saya baru saja dari KPK melaporkan dugaan korupsi Rp 6,2 miliar dana remunerasi yang dilakukan Rektor Undana. Dana itu diperoleh selama tiga tahun. Di KPK, lapoan saya diterima Adhika P di bagian pengaduan masyarakat dengan nomor informasi 97178. Saya juga ke Ombudsman RI, surat pengaduan saya diterima staf Ombudsman RI bagian penerima pengaduan bernama Nadia," jelas YLH yang menelepon Pos Kupang dari Jakarta, Senin siang.

Rektor Undana Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si, Ph.D
Rektor Undana Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si, Ph.D (Istimewa)

Remunerasi adalah jumlah total kompensasi yang diterima oleh pegawai sebagai imbalan dari jasa yang sudah dikerjakannya. Biasanya bentuk remunerasi diasosiasikan dengan penghargaan dalam bentuk uang.

Baca: Ini Tujuan Mulia Rektor Undana, Prof. Fred Benu Jalin Kerjasama dengan PMI NTT

Dalam laporannya,YLH menduga ada ketidakjujuran Fred Benu saat diangkat menjadi Komisaris Independen di Bank NTT selama dua periode.

Pada periode pertama (2009-2013), Fred Benu belum menjadi rektor. Sementara pada periode kedua (2014-2017), Fred Benu sudah menjabat sebagai rektor. Setelah dilantik menjadi Rektor Undana pada 3 Desember 2013, Fred Benu ditetapkan sebagai Komisaris Independen Bank NTT pada 19 November 2014 hingga mengundurkan diri pada 1 Juli 2017.

"Fred Benu menerima remunerasi dalam bentuk natura dan non natura yang diberikan Dewan Komisaris sekitar Rp 7 miliar," ungkap YLH.

Baca: Menteristekdikti Tantang Rektor Undana Raih Akreditasi A

YLH membeberkan, kasus ini pernah dilaporkan oleh dosen FKIP Undana, Basri K kepada KPK. Namun, karena dianggap belum lengkap sehingga sulit ditindaklanjuti KPK.

Halaman
12
Penulis: Sipri Seko
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved