Berita Kabupaten Kupang

Partisipasi Pemilih di Kabupaten Kupang Lampaui Target Nasional

Partisipasi pemilih pelaksanaan pilkada dan pemilihan gubernur NTT secara langsung 27 Juli lalu di Kabupaten Kupang, melampaui target nasional

Partisipasi Pemilih di Kabupaten Kupang Lampaui Target Nasional
istimewa
Ketua KPU Kabupaten Kupang, Hans Ch Louk

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Edy Hayong

POS KUPANG.COM, OELAMASI----Partisipasi pemilih pada pelaksanaan pilkada dan pemilihan gubernur (Pilgub) NTT secara langsung 27 Juli lalu di Kabupaten Kupang, melampaui target nasional. Untuk target nasional oleh KPU Pusat 76 persen namun di Kabupaten Kupang partisipasi mencapai 78,63 persen atau diatas nasional. Hal ini karena pemahaman yang baik oleh warga, keamanan selama kampanye bagus shingga pemilih aman menunaikan hak politiknya.

Ketua KPU Kabupaten Kupang, Hans Ch Louk, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (11/7/2018) menjelaskan, sesuai hasil pleno penetapan hasil rekapitulasi pilkada maupun pilgub tanggal 5 Juli lalu, diperoleh data lengkap mengenai partisipasi pemilih.

Oleh KPU Kabupaten Kupang yang semula menargetkan mendekati target nasional, tetapi fakta yang terjadi justru melampaui target nasional tentu ini menjadi kebanggaan penyelenggara. Seluruh proses pelaksanaan berjalan aman, lancar dan sukses karena kesadaran warga sudah semakin baik.

"Pelaksanaan pilkada dalam hal partisipasi pemilih yang melampaui target nasional ini untuk Kabupaten Kupang ini sudah dua kali. Pada pilkada sebelumnya juga diatas 75 persen dan sekarang 78,63 persen.

Masyarakat merasa nyaman dan aman. Tidak mendapat tekanan dari pihak manapun. Ini artinya kondisi yang baik karena KPU selama inipun terus melakukan sosialisasi secara terus menerus. Masa kampanye tidak ada yang terkotak-kotak. Kita apresiasi terhadap kerjasama yang baik semua pihak sehingga Kabupaten Kupang tetap aman," katanya.

Menyinggung soal keberatan hasil pilkada, Hans mengatakan, sesuai aturan setelah penetapan hasil diberi tenggang waktu tiga hari dalam masa kerja untuk para pihak mengajukan pengaduan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Untuk Kabupaten Kupang sejak penetapan hasil rekapitulasi tanggal 5Juli sampai sekarang tidak ada pemberitahuan dari MK.

"Ada surat edaran dari MK yang menyurati daerah mana yang ada sengketa dimaka akan diumumkan secara resmi tanggal 23 Juli nanti.

Apabila dalam pengumuman itu hasil pilkada Kabupaten Kupang tidak ada yang menggugat hasil maka kita akan jadwalkan penetapan pasangan calon (paslon) pemenang sambil menunggu informasi kapan jadwal pelantikan paslon terpilih," jelasnya.

Menurut Hans, sampai sekarang belum ada petunjuk mengenai jadwal pasti pelantikan apakah serentak semua daerah yang melaksanakan pilkada atau mengikuti masa berakhirnya pejabat sebelumnya.

Ini sangat terpegantung pada keputusan Presiden melalui Kemendagri karena itu bukan lagi menjadi domain KPU. Untuk Kabupaten Kupang, lanjutnya, masa jabatan bupati dan wakil bupati yang aktif sekarang berakhir pada Maret 2019.

Untuk diketahui, rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara pilkada Kabupaten Kupang dan pilgub NTT telah dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kupang.

Dalam proses rekapitulasi perhitungan suara untuk pilkada, pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Korinus Masneno-Jerry Manafe (Paket Komitmen) unggul suara atas empat paslon lainnya.

Paslon Komitmen meraih suara 53.078 suara disusul paslon Hendrik Paut-Aljeri Monas (Paket Harmoni) dengan 39.034 suara, paslon independen

"Suka Melayani" yakni Melianus Akulas, ST dan Joao Antonio de Jesus Costa, S.H, meraih 29.344 suara, kemudian paslon Nelson O Matara-Bernard Bait atau Tirosa meraih 24.305 suara dan paling buntut paslon Drs. Silfester Banfatin- Johny Oettemoesoe, SE, atau Paket Terkini meraih 14.208 suara.(*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help