Berita Headline Pos Kupang

Mantan Dirut Bank NTT Akui Ada Polemik Rektor Undana Merangkap Jabatan

Mantan Direktur Utama Bank NTT, Daniel Tagu Dedo mengatakan bila hasil penelusuran KPK ada unsur merugikan keuangan negara maka harus ada tindakannya.

Mantan Dirut Bank NTT Akui Ada Polemik Rektor Undana Merangkap Jabatan
Dok
Daniel Tagu Dedo

Meski sudah menjabat rektor, Fred Benu tetap mencalonkan diri menjadi Komisaris Independen Bank NTT untuk periode 2014-2017. Sebagai persyaratan, ia menyurati Mendikbud selaku atasannya untuk meminta izin.

Dalam surat balasan Mendikbud Nomor 751/E.E1/KP/2016 tanggal 1 September 2014, dengan tegas menyatakan tidak mengizinkan Fred Benu menjadi Komisaris Independen Bank NTT. Surat Mendikbud yang kopiannya diperoleh Pos Kupang, diterima Fred Benu pada tanggal 2 September 2014.

Baca: Benarkah Marianus Sae Terima Uang Dari 2 Kontraktor Ini Selama 7 Tahun?

Meski sudah menerima suara dari Mendikbud, Fred Benu kepada Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan Direktur Utama Bank NTT, Daniel Tagu Dedo, mengaku surat izinnya belum dibalas menteri.

Lantaran keterbatasan waktu, usulan nama calon komisaris dikirim ke Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT tanpa lampiran surat Mendikbud selaku atasan langsung Fred Benu.

Fred Benu terpilih dan dilantik menjadi Komisaris Independen Bank NTT periode 2014-2017 pada tanggal 19 November 2014.

Dalam perjalanan, ketika masalah rangkap jabatan mencuat, Fred Benu mengundurkan diri dari Komisaris Independen Bank NTT terhitung sejak 1 Juli 2017.

Baca: Kapolda NTT : Anggota Polisi Harus Ubah Kultur Negatif dan Tingkatkan Pelayanan

Informasi di atas diakui Daniel Tagu Dedo. "Waktu saya tanya ke rektor, dia bilang menteri belum jawab suratnya. Sama juga dengan Bank NTT dan OJK, kami pikir menteri memang tidak jawab surat. Saya tahu ini karena saya yang teken surat usulan jadi komisaris ini," ujarnya.

Tagu Dedo mengatakan bila hasil penelusuran KPK ada unsur merugikan keuangan negara maka harus ada tindakannya.

"Misalnya dia harus kembalikan apa yang diterima dan atau tindakan hukum lainnya," tegas Tagu Dedo. (eko)

Penulis: Sipri Seko
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help