Piala Dunia 2018

Eden Hazard dan Thibaut Courtois Membenci Cara Bermain Timnas Prancis

Pada pertandingan itu, Prancis memilih bermain lebih banyak menunggu di area pertahanan dan secepat mungkin menyerang ketika

Eden Hazard dan Thibaut Courtois Membenci Cara Bermain Timnas Prancis
IST
Kiper Belgia, Thibaut Courtois, menahan tendangan penyerang Perancis, Kylian Mbappe, pada pertandingan semifinal Piala Dunia 2018 di St. Petersburg, 10 Juli 2018. 

POS-KUPANG.COM, ST PETERSBURG - Tiga bintang timnas Belgia, Eden Hazard, Thibaut Courtois, dan Kevin De Bruyne mengaku tidak suka melihat cara bermain timnas Prancis yang menerapkan sepak bola negatif.

Pernyataan ketiga pemain ini dilontarkan seusai Belgia takluk 0-1 dari Prancis pada laga semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Saint Petersburg pada Selasa (10/7/2018).

Pada pertandingan itu, Prancis memilih bermain lebih banyak menunggu di area pertahanan dan secepat mungkin menyerang ketika mendapatkan bola.

Hal ini tecermin dari data statistik dimana Belgia lebih banyak menguasai bola dengan persentase mencapai 64 persen.

Menanggapi ini, Hazard mengaku sangat bangga dengan permainan Belgia yang terus mencoba menciptakan peluang mencetak gol.

Baca: Gol Semata Wayang Umtiti Pastikan Prancis ke final Piala Dunia 2018

"Saya lebih memilih kalah dengan tim Belgia ini daripada menang dengan cara Prancis," kata Hazard seperti dikutip Kompas.com dari Metro, Rabu (11/7/2018).

Hal serupa juga diungkapkan kiper Belgia, Courtois, yang mengaku heran karena penyerang Perancis lebih banyak berada di luar kotak penalti.

Didier Deschamps
Didier Deschamps (IST)

"Prancis menerapkan sepak bola negatif. Saya tidak pernah melihat ada seorang striker sangat jauh dari gawang lawan," kata Courtois.

"Menurut mereka itu adalah cara bermain yang benar, tetapi itu tidak enak dilihat," tambah kiper Chelsea ini.

Baca: Pelatih Deschamps Puji Karakter Prancis Pasca Meraih Kemenangan di Semifinal

Sementara itu Kevin De Bruyne memilih lebih diplomatis dengan mengatakan sudah terbiasa bermain melawan tim yang selalu bertahan saat membela Manchester City.

"Apakah saya terganggu dengan permainan Perancis? Tidak, saya bermain di Man City dan saya sudah sering melawan tim yang bermain 90 persen bertahan." kata De Bruyne.

"Ini adalah sepak bola, dan yang membedakan adalah gol," ucap De Bruyne.

Meskipun lebih banyak menciptakan peluang dengan 19 percobaan, gol Perancis justru tercipta pada situasi bola mati.

Melalui skema sepak pojok, sundulan Samuel Umtiti pada menit ke-51 sudah cukup untuk memulangkan Belgia dari Rusia.

Editor: Putra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved