Berita Sidang Korupsi Ngada

Didakwa Terima Suap Rp 5,9 Miliar, Marianus Sae Tidak Ajukan Eksepsi

Bupati Ngada nonaktif, Marianus Sae didakwa menerima suap senilai Rp 5,9 miliar dari Dirut PT Sinar 99 Permai dan pendiri PT Flopino Raya Bersatu.

Didakwa Terima Suap Rp 5,9 Miliar, Marianus Sae Tidak Ajukan Eksepsi
www.dawainusa.com
Marianus Sae mengacungkan jempol usai diperiksa penyidik KPK 

POS-KUPANG.COM | SURABAYA - Marianus Sae, Bupati Ngada nonaktif didakwa menerima suap senilai Rp 5.937.000.000. Uang sebesar itu diterima dari Wihelmus Iwan Ulumbu alias Baba Miming selaku Dirut PT Sinar 99 Permai dan pendiri PT Flopino Raya Bersatu senilai Rp 2.487.000.000 dan Albertus Iwan Susilo alias Baba Iwan selaku Dirut PT Sukses karya Inovatif senilai Rp 3.450.000.000.

Sidang perdana kasus dugaan korupsi dengan terdakwa Marianus Sae, Bupati Ngada nonaktif, digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (10/7/2018).

Dalam sidang ini, Marianus Sae didakwa dua pasal oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK, yakni Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 (1) KUHP sebagai dakwaan primer, dan Pasal 12 huruf b Undang-undang Tindak Pidana Korupsi junto pasal 64 (1) KUHP sebagai dakwaan subsidair.

Baca: KPK Larang Marianus Sae Ikut Coblos

Jaksa Ronald F Worotikan dalam dakwaannya menyebut, terdakwa telah menerima hadiah atau janji untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya sebagai bupati.

"Terdakwa telah menerima uang secara bertahap yang jumlahnya mencapai Rp 5.937.000.000 untuk memberikan paket proyek di lingkungan SKPD Kabupaten Ngada," kata JPU dalam dakwaannya.

Jaksa menyebutkan pemberian uang yang diterima bupati dua periode itu berlangsung selama beberapa tahun. Bertahap sejak Februari 2011 sampai Januari 2018 lalu.

Baca: Terkait OTT, KPK Tetapkan Bupati Ngada Marianus Sae sebagai Tersangka

Baca: Wanita yang Ditangkap Bersama Marianus Sae Ternyata Istri Seorang Dokter

Baca: KPK Periksa Dua Kepala Dinas dan Seorang Anggota DPRD Ngada untuk Marianus Sae

Jaksa juga merinci proyek-proyek yang didapat oleh dua perusahaan tersebut dari lingkungan SKPD Kabupaten Ngada.

Menanggapi dakwaan ini, Vincent Maku sebagai kuasa hukum terdakwa Marianus Sae menyatakan tidak akan mengajukan eksepsi atas dakwaan yang telah dibacakan oleh JPU dari KPK tersebut.

"Kami tidak ajukan eksepsi," jawabnya.

Baca: Surat Cinta Marianus Sae untuk Emi Nomleni dan Relawan MS-Emi

Berarti, sidang bakal dilanjutkan dengan mendatangkan saksi-saksi untuk membuktikan dakwaan jaksa. Pihak kuasa hukum terdakwa, tentu juga bakal menghadirkan saksi-saksi untuk meringankan kliennya.

Kasus ini disidangkan di Surabaya berdasar Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 67/KMA/SK/IV/2018 tertanggal 11 April 2018 tentang penunjukan Pengadilan Negeri Surabaya untuk memeriksa dan memutus perkara pidana atas nama terdakwa Marianus Sae dan Wilhelmus Iwan Ulumbu.

Di ruang sidang yang sama, Wilhelmus Iwan Ulumbu juga menjalani sidang. Selasa 3 Juli 2018 lalu, Direktur PT Sinar 99 Permai divonis hukuman penjara selama dua tahun dan enam bulan oleh majelis hakim Tipikor Surabaya. Serta diwajibkan membayar denda Rp 150 juta, subsider dua bulan.

Baca: 7 Fakta Tentang Marianus Sae, Nomor 4 Bikin Miris

Wilhelmus Iwan Ulumbu dinyatakan melanggar pasal 13 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi lantaran terbukti memberi suap kepada Bupati Ngada, Marianus Sae untuk mendapatkan sejumlah proyek di lingkungan SKPD Kabupaten Ngada.

Wilhelmus Iwan Ulumbu langsung menyatakan menerima vonis yang dijatuhkan kepadanya dalam sidang itu. (ufi)

Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help