Catatan Sepakbola

Akhir Kisah Klasik, Awal Sebuah Dongeng

Gareth Southgate sang penyihir membawa para bangsawan Liga Primier melangkah sangat jauh. Melakukan penaklukan

Akhir Kisah Klasik, Awal Sebuah Dongeng
Johannes EiseLE/AFP
Selebrasi pemain Kroasia, Luka Modric setelah mencetak gol kedua pada pertandingan Grup D Piala Dunia 2018 melawan Argentina di Nizhny Novgorod Stadium pada 21 Juni 2018. 

Ulasan Dewa Putu Sahadewa
Masgibol Flobamora

POS-KUPANG.COM - Bahwa Inggris kaya akan sejarah kerajaan yang bahkan bertahan sampai kini, dibumbui tutur klasik Shakespeare yang bukan hanya soal kerajaan, pangeran dan bangsawan , tapi juga soal perang, dendam, kepahlawanan dan diselipi bumbu mistik lewat tokoh sihir dan peri hutan kita semua sudah tahu.

Pun kisah petualangan tim Tiga Singa di ajang Piala Dunia 2018 bak kisah klasik Pangeran Mc Arthur dengan sekondannya Merlin sang penyihir.

Gareth Southgate sang penyihir membawa para bangsawan Liga Primier melangkah sangat jauh. Melakukan penaklukan jauh ke Kolombia, Skandinavia, dan kini harus head to head dengan penguasa semenanjung Balkan, Kroasia.

Masih tajamkan pedang Kane untuk mengoyak jala Subasic, kiper Kroasia atau sebaliknya sang jendral kancil Modric yang akan mengobrak-abrik benteng Buckingham dan melangkah ke final untuk merebut mahkota melawan Prancis yang sudah lolos dengan meyakinkan mengalahkan Belgia, spesialis semifinalis Piala Dunia.

Kroasia menapak semifinal dengan mental baja yang teruji dan keberuntungan. Dua kali adu penalti dimenangi bahkan melawan tuan rumah Rusia. Bukannya ciut nyali dalam adu penalti malah merekalah yang lebih sakti.

Mandzukic dan Perisic akan dimanjakan tandem Barca-Madrid Rakitic-Modric di tengah. Semua pemain Kroasia punya cadangan tenaga tanpa habis.

Inggris juga punya pemain muda dan kreatif, bertenaga kuda jantan, berhati singa, namun menghadapi fase krusial ini harus mampu tampil lebih terutama soal mental.

Meskipun rekor pertemuan kedua tim di Piala Dunia didominasi oleh Inggris sebaliknya di ajang piala Eropa Kroasia yang unggul. Ajaib? Iya

Kedua tim menunjukkan keajaiban. Sebelum putaran final digelar, sangat sedikit yang menjagokan Inggris dan Kroasia. Bisa apa mereka menghadapi tim-tim langganan juara?

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help