Berita Regional

Ini Persiapan 13 Anak Marapu Untuk Hari Anak Nasional di Surabaya

Anak-anak pekerja migran dan anak Marapu, sering mendapatkan perlakuan kurang baik tapi ternyata mereka mampu

Ini Persiapan 13 Anak Marapu Untuk Hari Anak Nasional di Surabaya
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
SIAP-- 13 anak pekerja migran dan Marapu, sedang latihan menari, mempersiapkan diri tampil pada peringatan Hari Anak Nasional di Surabayq, Jawa Timur, Indonesia, tanggal 20-23 Juli 2018

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM |TAMBOLAKA - Sebanyak 13 anak Marapu dan pekerja migran yang berasal dari Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat dan Sumba Tengah siap memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional yang akan berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, tanggal 20-23 Juli 2018.

Saat ini, ke-13 anak tersebut terus mempersiapkan diri dengan bimbingan (tutor) yayasan Donders SBD.

Anak-anak mendapatkan materi tentang public speaking, pengembangan bakat dan minat seperti menari, pola komunikasi antar komunitas dan pengembangan usaha ekonomi kreatif.

Direktur Yayasan Donders SBD, Pater Mikael Keraf, CSsR menyampaikan hal itu kepada POS-KUPANG,COM, disela -sela memantau persiapan anak di kompleks kantor Yayasan Donders di Tambolaka, SBD, Selasa (20/7/2018).

Didampingi staf Donders, Ibu Sulis, Pater Mikael Keraf  menjelaskan, selama ini, anak-anak pekerja migran dan anak-anak Marapu, sering mendapatkan perlakuan kurang baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga.

Kondisi itu menyebabkan anak-anak minder, malu dan menjadi nakal.

Padahal kalau anak-anak tersebut mendapat perlakukan sama maka anak-anak itu menjadi anak penurut, rajin dan pintar pula.

Mencermati kondisi seperti maka semenjak tahun 2015, yayasan Donders melalui program peduli memberi perhatian khusus kepada anak-anak pekerja migran dan anak-anak Marapu.

Dalam perkembangannya anak-anak pekerja migran dan Marapu mengalami perkembangan luar biasa., mandiri, dewasa dan bertanggungjawab.

Kini, yayasan yang dipimpinnya terus memberikan dampingan kepada anak-anak pekerja migran dan marapu belajar tentang hak anak, diskusi bersama berbagai masalah sosial lingkungan anak berada dan penguatan karakter anak.

Dengan bekal pengetahuan tersebut anak-anak pekerja migran dan Marapu tumbuh dewasa, mandiri dan bertanggungjawab.

Harapan pemerintah daerah dalam hal ini pemerintah desa dapat mengalokasikan dana desa intuk memberdayakan anak-anak pekerja migran dan matapu itu.  (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Hermina Pello
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved