Berita Kabupaten Kupang

Obsevatorium Timau Resmi Dicanangkan di Amfoang

pembangunan obsevatorium Nasional karena beberapa keunggulan. Dilihat dari segi cuaca, wilayah Amfoang khususnya di lereng Gunung Timau

Obsevatorium Timau Resmi Dicanangkan di Amfoang
pos kupang.com, edy hayong
Penandatanganan prasasti obsevatorium Timau di Amfoang Tengah, Senin (9/7/2018) 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I AMFOANG----Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin menilai terpilihnya Amfoang, Kabupaten Kupang untuk pembangunan obsevatorium Nasional karena beberapa keunggulan. Dilihat dari segi cuaca, wilayah Amfoang khususnya di lereng Gunung Timau memiliki paling banyak malam cerah, paling banyak gelap dan jauh dari polusi cahaya seperti di kota.

Realita ini menjadi kebanggaan tersendiri karena untuk obsevatorium di belahan bumi bagian selatan, hanya terdapat di beberapa negara yang memiliki langit gelap yakni Amerika Selatan, Afrika Selatan, Australia dan Indonesia.

Thomas Djamaludin menyampaikan hal ini dalam arahannya pada pencanangan observatorium nasional dan taman nasional langit gelap di lereng Gunung Timau, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, Senin (9/7/2018).

Hadir saat ini staf ahli Menristek dan Pendidikan Tinggi, Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng, IPU, Bupati Kupang, Dr. Ayub Titu Eki, pimpinan OPD
lingkup Kabupaten Kupang, tokoh adat, tokoh masyarakat dan ratusan warga Amfoang.

Thomas mengatakan, pilihan Amfoang untuk membangun Obsevatorium ini setelah
melalui survei pendahuluan di seluruh wilayah Indonesia. Dari hasil survei itu menunjukan bahwa Amfoang sangat bagus untuk menggantikan Obsevatorium di Lembang, Bandung yang dibangun tahun 1924. Keunggulan wilayah Amfoang,

kata Thomas, dari segi cuaca, wilayah Amfoang khususnya di lereng Gunung Timau memiliki
paling banyak malam cerah, paling banyak gelap dan jauh dari polusi cahaya seperti di kota. Untuk itu, diharapkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga cuaca gelap sehingga bisa mendeteksi ribuan galaxi. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help