BERITA KABUPATEN KUPANG

Pekan Depan Dilakukan Pencanangan Situs Obsevatorium Nasional di Timau

Kegiatan ini dilaksanakan langsung di Gunung Timau, Kecamatan Amfoang melibatkan juga tokoh adat

Pekan Depan Dilakukan Pencanangan Situs Obsevatorium Nasional di Timau
POS KUPANG
Ayub Titu Eki 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM | OELAMASI --Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bersama Pemkab Kupang, direncanakan pekan depan ini dilakukan pencanangan situs obsevatorium Nasional dan Taman Nasional Langit Gelap.

Kegiatan ini dilaksanakan langsung di Gunung Timau, Kecamatan Amfoang melibatkan juga tokoh adat karena saat inipun digelar upacara adat penyerahan tanah pembangunan obsevatorium.

Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Kupang, Martha Para Hede, S.H, kepada POS KUPANG.COM, Sabtu (7/7/2018) mengatakan, dari undangan yang diterimanya ditulis bahwa pada Senin (9/7/2018) akan dilakukan pencanangan situs obsevatorium Nasional dan Taman Nasional Langit Gelap.

Pelaksanaanya langsung di Gunung Timau dihadiri bupati Kupang, pihak LAPAN, tokoh adat Amfoang, pemilik lahan. 

"Nanti dari pemerintah pusat siapa yang hadir, saya belum dapat informasi. Memang dengarnya menteri yang datang tanggal 9 Juli itu di Timau, tapi musti konfirmasi langsung dengan Pak Bupati soal kepastian," katanya.

Sebelumnya Bupati Kupang, Dr. Ayub Titu Eki menegaskan, permasalahan tanah di Timau, Desa Fatumonas, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang sudah dibereskan.

Dirinya sudah menemui para tokoh adat, tokoh masyarakat di daerah itu dan kini tinggal menunggu waktunya Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk peletakan batu pertama pembangunannya.

Bupati Titu Eki menyampaikan hal ini menjawab pertanyaan POS KUPANG.COM, mengenai obsevatorium di Desa Nunkurus, Sabtu (23/6/2018).

Bupati Titu Eki menjelaskan, untuk lahan pembangunan Obsevatorium yang dipersoalkan warga setempat, dirinya sudah turun langsung menemui warga. Dalam dialog bersama, sudah tidak ada persoalan sehingga kini menunggu waktunya presiden untuk peletakan batu pertama.

"Masalahnya sudah clear. Saya sudah selesaikan dengan warga. Nanti peletakan batu pertama kita tunggu waktunya presiden. Saya yang undang untuk enam kegiatan selama presiden datang di Kabupaten Kupang. Selain peletakan batu pertama pembangunan Obsevatorium juga presiden akan peletakan batu pembangunan pabrik garam, panen garam juga nonton bareng. Cuma waktunya akan kita komunikasikan dengan sekretariat kepresidenan," ujat Titu Eki.

Sebelumnya diberitakan, rencana pembangunan Observatorium di Gunung Timau, Desa Fatumonas, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam batal.

Proyek Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) ini terkendala masalah tanah seluas 30,25 hektar. Diwacanakan sejak tahun 2016, proyek senilai Rp 300 miliar lebih ini mestinya sudah dilakukan peletakan batu pertama namun tertunda.(*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved