Berita Lembata

Korban Perkosaan Ditangkap Polisi, Boleng Mengaku Dia yang Ajak Korban ke Pantai

Boleng, salah satu oknum pelaku pemerkosaan, mengaku bahwa dirinya yang pertama kali mengajak korban, YKL ke pinggir pantai

Korban Perkosaan Ditangkap Polisi, Boleng Mengaku Dia yang Ajak Korban ke Pantai
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Boleng (kanan) bersama kakaknya Mahmud alias Muki di Polres Lembata, Sabtu (7/7/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Boleng, salah satu oknum pelaku pemerkosaan, mengaku bahwa dirinya yang pertama kali mengajak korban, YKL ke pinggir pantai dan mencicipi kegadisan anak dibawah umur yang punya kelainan bawaan tersebut.

"Malam itu sekitar jam 9 (pukul 21.00 Wita), saya yang pertama kali mengajak korban ke pinggir pantai. Malam itu korban sedang mencari Nasir dan saya berpura-pura mengantar korban untuk bertemu Nasir," tutur Boleng setelah diperiksa penyidik Polres Lembata, Sabtu (7/7/2018).

Baca: Catat dan Ingat Baik-baik, Durasi Tidur Siang Idealnya 90 Menit

Mengenakan celana pendek dan baju kaos, Boleng tampak gugup saat. mengungkapkan sekilas kronologi tentang kasus pemerkosaan YKL yang dilakukannya bersama kakaknya, Mahmud alias Muki dan adiknya Syamsudin.

Dia menuturkan, pada Kamis (28/6/2018) malam, ia bersama Miku dan teman-temannya sedang duduk santai di balai-balai persis di pinggir jalan depan rumah warga di Rayuan, Kelurahan Lewoleba Tengah. Sekitar pukul 21.00 Wita, tiba-tiba datang korban seorang diri. Malam itu korban datang menghampiri mereka dan mengatakan kalau dia sedang mencari temannya bernama Nasir.

Mendengar itu, Boleng lantas menawarkan diri untuk mengantar korban menemui Nasir. Mendapat jawaban demikian, korban yang menyandang disabilitas itu menuruti saja. Ternyata, sikap Boleng yang berpura-pura baik itu, hanya akal bulus belaka. Pasalnya, tawaran itu ternyata berujung air mata.

Korban bukannya dihantar untuk menemui Nasir melainkan dibawa ke kamar tak berpenghuni, haanya sekitar 50 meter dari tempat anak-anak muda itu nongkrong. "Saya yang berpura-pura antar korban menemui Nasir. Saat itu saya tidak kenal korban. Saya juga tidak tahu kalau korban punya kelainan (penyandang disabilitas, Red)" ujar Boleng. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help