Berita Larantuka

Direktur PADMA Indonesia Minta Menaker Serius Berdayakan CTKI NTT

Gabriel Goa, Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (PADMA) Indonesia menyesalkan pemerintah provinsi NTT

Direktur PADMA Indonesia Minta Menaker Serius Berdayakan CTKI NTT
ISTIMEWA
Gabriel Goa 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Gabriel Goa, Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (PADMA) Indonesia menyesalkan pemerintah provinsi NTT dan pemerintah-pemerintah kabupaten di NTT belum merespon serius masalah yang dihadapai TKI.

Menurutnya, kian banyak TKI baik ilegal maupun legal dikirim pulang tak bernyawa, namun belum bisa mengetuk nurani Pemprov NTT untuk menangani serius kasus TKI.

Baca: Menkominfo Siagakan Pasukan Khusus Atasi Serangan Siber saat Asian Games

Gabriel Goa kepada POS-KUPANG.COM Sabtu (7/7/2018) mengingatkan kembali Pemprov NTT bahwa NTT itu darurat human traficking.

"NTT saat ini menurut Komnas Ham, Komnas Perempuan, Ketua MPR RI, Presiden RI dan MENAKER merupakan daerah DARURAT HUMAN TRAFFICKING," kata Gabriel Goa.

Namun sayangnya, kata Gabriel Goa Pemprov NTT dalam prakteknya mengabaikan persoalan serius ini.

"Kian hari kian bertambah pengiriman mayat-mayat anak-anak TKI asal NTT baik legal maupun ilegal dari Negeri Jiran ke NTT," kata Gabriel Goa.

Karena itu Gabriel Goa mendesak Bareskrim Mabes Polri, KPK RI, Komnas HAM, DPR, DPD, Ombudsman RI, Kemenakwr, dan BNP2TKI untuk terus melidik dugaan pidana perdagangan orang di NTT.

Melidik berbagai kasus korupsi, pelanggaran hukum dan HAM, maladministrasi untuk menyelamatkan masa depan CTKI NTT dari mafia perdagangan manusia di NTT.

Kedua, mendesak Menaker RI segera menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi NTT, pemkab dan pihak swasta (LSM, Mesjid dan PPTKIS) di NTT untuk memberdayakan CTKI.

Dan yang paling mendesak melihat banyaknya TKI asal NTT menjadi korban kekerasan majikan, untuk segera membuka balai latihan kerja (BLK) di daerah-daerah di NTT.

Perlu hadirnya badan nasional sertifikasi profesi (BNSP) dan layanan terpadu satu atap (LTSA) untuk CTKI asal NTT.

Sesuai pemetaan wilayah NTT, kata Gabriel Goa, NTT membutuhkan LTSA di empat titik yakni Tambolaka di Sumba. LTSA di Kupang melayani CTKI asal Timor, Semau, Sabu dan Rote).

Maumere dan Labuan Bajo untuk wilayah Flores, Lembata dan Alor. "LTSA di empat titik ini sangat penting untuk masyarakat NTT saat ini dan perlu intervensi langsung Menaker RI," kata Gabriel Goa. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved