Opini Pos Kupang

Budi, Identitas dan Inspirasi. Narasi untuk P. Paul Budi Kleden, SVD

Kalau begitu tidak bisa disebut pertemanan. Yang ada, seorang anak dari kampung hanya bisa melihat dari kejauhan

Budi, Identitas dan Inspirasi. Narasi untuk P. Paul Budi Kleden, SVD
Facebook/Paul Budi Kleden
Pater Paul Budi Kleden SVD 

Oleh: Robert Bala

Diploma Resolusi Konflik Asia Pasifik, Universidad Complutense de Madrid

POS-KUPANG.COM - Saat pertama kali bertemu, Juli 1984, kesan itu tidak pernah berubah. Siswa kelas 3 SMA Seminari Hokeng, yang menjadi ketua OSIS saat itu memegang lonceng, meminta semua suara berhenti. Dengan suara meyakinkan, ia sampaikan pengumuman, yang disambut hening.

Tiga puluh empat tahun kemudian, suara itu memenuhi banyak media sosial. P. Paulus Budi Kleden, SVD terpilih menjadi Superior General SVD ke-12. Sebuah pengakuan bahwa suara polos remaja saat itu natural.

Selalu Kosong

`Pertemanan' kalau terpaksa dibilang ada, hanya terjadi setahun saja tahun 1984-1985. Saat itu Budi duduk di kelas 3 SMA dan saya baru di Kelas Persiapan Bawah. Setahun di mana saya yang baru datang dari kampung harus bejalar di Seminari, di mana Budi jadi Ketua OSIS.

Kalau begitu tidak bisa disebut pertemanan. Yang ada, seorang anak dari kampung hanya bisa melihat dari kejauhan. Melihat, bagaimana seorang remaja 18 tahun, ramah, sopan, dengan suara yang `khas' menjadi kakak kelas. Bertanya apalagi bergaul tentu saja tidak, hanya bisa kagum dari luar.

Baca: Pater Paul Budi Kleden Terpilih Jadi Superior General SVD, Inilah Tugas-tugasnya?

Di awal tahun itu, Budi sudah jadi cerita. Minimal, saat itu, ada keheboan yang cukup besar. Pasalnya setahun sebelumnya, 1983, begitu banyak teman sekelasnya tidak naik kelas (tahan kelas). Yang saya ingat, dari parokiku, malah ada 3 orang yang tidak naik kelas.

Saya lalu bertanya, mengapa bisa seperti itu? Apakah ada perbedaan yang begitu mencolok antara Budi dari teman-teman sehingga yang tidak `sejalan' harus `dicedok' (demikian istilah kami saat itu). Beruntung banyak teman yang tahan kelas malah masih teruskan pendidikan di Seminari.

Superior General SVD yang baru, Pater Paul Budi Kleden SVD
Superior General SVD yang baru, Pater Paul Budi Kleden SVD (Facebook)

Sebuah awasan yang membuat takut. Minimal kalau tidak berhati-hati, nasib akan tidak berbeda jauh. Hal itulah yang membuat saya terus bertanya atau minimal merekam dari pembicaraan orang, bagaimana orang seperti Budi menjadi begitu hebat sementara yang lain justru sebaliknya.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved