Berita Belu

RI-RDTL Sepakat Aktifkan Pos Imigrasi Laktutus

Kesepakatan untuk mengfungsikan kembali pos imigrasi Laktutus adalah sebuah kebutuhan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelintas batas

RI-RDTL Sepakat Aktifkan Pos Imigrasi Laktutus
ISTIMEWA
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Atambua foto bersama dengan Dirjen Imigrasi Timor Leste dan pejabat dari kedua negara di Laktutus.

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM|ATAMBUA--Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Democratic Timor Leste melalui Kantor Imigrasi Kelas II Atambua dan Dirjen Imigrasi Timor Leste bersepakat untuk mengaktifkan Pos Imigrasi Laktutus, Kecamatan Nanaet Dubesi Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Fatumea (RDTL).

Kesepakatan kedua negara ini dilakukan secara lisan saat pertemuan di Kantor Desa Fohoeka. Selama ini Pos Imigrasi Laktutus tidak berfungsi karena ketiadaan petugas dan pos imigrasi Timor Leste di titik perbatasan dimaksud.

Hal itu dikatakan Kepala Kantor Imigrasi Klas II Atambua Azwar Anas kepada Pos Kupang.Com, Jumat (6/7/2018). Menurut Azwar, sebelum membuat kesepakatan,
Kepala Kantor Imigrasi klas II Atambua Azwar Anas, Atase KBRI Timor Leste, Theodorus Simar Matha, Dirjen Imigrasi Timor Leste, Boavida Ribeiro melakukan kunjungan ke Laktutus, Kamis (5/7/2018) Siang.

Hadir saat itu, Asisten I Setda Belu Maria Gorety, Wakil Ketua DPRD Belu, Benny Hallek, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 743, Dandim Belu, Wakil Dirjen Bea Cukai Timor Leste, Jose Ximenes, Kepala PNTL dan Kepala UPF Timor Leste dan Kasi Intel Kejari Belu

Menurut Azwar, kesepakatan untuk mengfungsikan kembali pos imigrasi Laktutus adalah sebuah kebutuhan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelintas batas. Apalagi arus lintas batas masyarakat Laktutus dan Fatumea cukup tinggi karena mereka mempunyai hubungan kekeluarga yang sangat kuat.

Dirjen Imigrasi Timor Leste Boavida Ribeiro mengatakan, dirinya akan segera menindaklanjuti kesepakatan tersebut dan menyampaikan kepada pejabat Pemerintah Timor Leste agar kesepakatan itu bisa terwujud dalam waktu cepat.

Menurut Ribeiro, kesepakatan yang sudah dibangun itu sangat penting bagi keamanan dan kenyamanan masyarakat perbatasan kedua negara yang memiliki hubungan kekerabatan yang sangat kental sejak dulu.

"Masyarakat Laktutus dan Fatumea punya hubungan keluarga yang sangat kuat. Mereka berasal dari satu nenek moyang, punya rumah adat yang sama. Sampai saat ini ada saudara bahkan orangtua mereka, ada yang tinggal di Timor Leste, ada juga yang tinggal di Laktutus," kata Ribeiro. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved