Berita Malaka

Pertumbuhan Bawang Merah RPM di Laleten Sangat Bagus. Ini Tips Buat Petani

dua minggu dan satu minggu. Panen bawang merah RPM ini diperkirakan pertengahan Agustus 2018.

Pertumbuhan Bawang Merah RPM di Laleten Sangat Bagus. Ini Tips Buat Petani
ISTIMEWA
Tim pakar RPM berdiskusi dengan petani bawang merah di Laleten, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka.

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM|BETUN--Petani di Desa Laleten semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha bawang merah karena mereka sudah memiliki pengetahuan yang cukup. Dari pengetahuan yang mereka miliki itu mereka mulai menerapkan dan hasilnya sangat bagus.

Dari lima hektare pengembangan bawang merah di Desa Laleten, semuanya bertumbuh subur. Usia bawang merah tersebut, ada yang sudah umur satu bulan, dua minggu dan satu minggu. Panen bawang merah RPM ini diperkirakan pertengahan Agustus 2018.

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Laleten, Yeremias Nahak mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, saat dikonfirmasi, Jumat (6/7/2018).

Menurut Nahak, petani memiliki semangat untuk mengembangkan bawang merah karena mereka memiliki pengetahuan yang cukup tentang budidaya bawang merah yang diajarkan tim pakar dan PPL. Kemudian, masyarakat mendapat banyak kemudahan dalam mengembangkan usaha bawang melalui bantuan pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran memberikan perhatian yang besar buat petani seperti pemerintah membantu mengolah lahan menggunakan traktor, memberikan benih bawang unggul, pupuk, obat-obatan serta pendampingan yang intensif.

Dengan bantuan yang begitu besar dari pemerintah, petani merasa senang dan semangat untuk mengembangkan usaha.

Kunci yang harus dimiliki petani adalah keseriusan menjalankan usaha, menerapkan teknologi pertanian dan mengikuti arahan tim ahli. Ketika semuanya dijalankan dengan benar maka hasil yang dicapai juga sangat memuaskan.

Menurut Nahak, beberapa hari lalu, tim pakar RPM melakukan monitoring ke Desa Laleten terkait perkembangan usaha bawang merah. Dalam kegiatan monitoring tersebut petani mendapat arahan dari tim pakar.

Kemudian petani dan tim pakar juga berdiskusi secara langsung terkait perkembangan usaha termasuk kendala yang dialami petani agar bisa dicarikan solusi. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved