Berita Pajak Medsos

Warga Negara Uganda Wajib Bayar Pajak Setiap Akses Medsos, Duh Mahalnya

Presiden Uganda berdalih langkah ini dilakukan karena media sosial telah menjadi wadah penyebaran gosip.

Warga Negara Uganda Wajib Bayar Pajak Setiap Akses Medsos, Duh Mahalnya
net
ilustrasi main medsos 

Uganda sendiri memiliki 41 juta penduduk dengan 17 juta diantaranya merupakan pengguna internet aktif.

Beberapa perusahaan telekomunikasi pun telah memasang harga khusus pajak kepada para pelanggannya.

Sehingga pelanggan harus membayar lebih, yaitu harga paket kuota internet ditambah pajak media sosial.

Baca: Ini Hembusan Kabar Terbaru Ronaldo Terima Tawaran Kontrak Juventus

Baca: Drainase Di Jalan Nenas Dijejali Sampah, Bikin Miris

Baca: Bek Timnas Belgia Kompany Mengaku Tak Nyaman Disebut Generasi Emas Belgia

poskupangcom
instagram.com/poskupangcom

Kepada Quartz, yang dihimpun KompasTekno, Kamis (5/7/2018), operator jaringan tidak membutuhkan teknologi baru atau bantuan eksternal untuk menerapkan sistem "pajak atau blokir" pada layanan media sosial yang "berbayar".

Meski mudah saja menerapkan sistem "pajak atau blokir", nyatanya kebijakan ini menimbulkan dilema bagi perusahaan penyedia layanan ISP besar di Uganda.

Di sisi lain, media sosial menjadi kunci utama konsumen pengguna data.

Namun jika mereka menolak menerapkannya, maka regulator akan menjatuhkan denda dan sanksi keras.

Sementara untuk penyedia ISP kecil, agaknya tak banyak terpengaruh.

Mereka cukup menaikkan harga kuota data dengan asumsi bahwa semua orang akan mengakses situs atau aplikasi media sosial berpajak setidaknya sekali dalam sehari.

Baca: Bekerja Sama dengan LPK Dharma Bali, Pemda Flotim Fasilitasi Orang Muda Flotim Bekerja di Jepang

Baca: Laga Inggris Versus Swedia Ujian Berat Ketimbang Menghadapi Brazil

Baca: Pileg 2019, Ada Dua Parpol Konsultasi ke KPU NTT

poskupangcom
instagram.com/poskupangcom

Artinya, kenaikan harga data tidak hanya untuk penggunaan media sosial saja, namun penggunaan internet secara luas.

Halaman
123
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved