Berita Pajak Medsos

Warga Negara Uganda Wajib Bayar Pajak Setiap Akses Medsos, Duh Mahalnya

Presiden Uganda berdalih langkah ini dilakukan karena media sosial telah menjadi wadah penyebaran gosip.

Warga Negara Uganda Wajib Bayar Pajak Setiap Akses Medsos, Duh Mahalnya
net
ilustrasi main medsos 

POS-KUPANG.COM - Warga Negara Uganda diwajibkan oleh Pemerintah Uganda menerapkan pajak bagi warganya yang mengakses media sosial.

Warga Negara Uganda wajib membayar pajak yang ditetapkan sebesar 200 shilling Uganda atau berkisar Rp 750 per hari.

Aturan pajak akses media sosial tersebut berlaku sejak mulai bulan Mei lalu.

Baca: Penyidik Polda Sumut Panggil Kadishub Samosir sebagai Tersangka Tenggalam KM Sinar Bangun

Baca: Komisi V Menilai Pemerintah Tidak Belajar dari Kecelakaan Perairan

Baca: Petik Bunga Langka dan Dilindungi, 4 Pendaki Malah Dijadikan Duta Pelestarian, Kenapa Bisa?

poskupangcom
instagram.com/poskupangcom

Hanya ada dua pilihan legal bagi warga Uganda, membayar pajak media sosial dengan taat atau mendapat pemblokiran akses ke seluruh situs dan aplikasi media sosial, serta platform voice call.

Presiden Uganda, Yoweri Museveni berdalih langkah ini dilakukan karena media sosial telah menjadi wadah penyebaran gosip.

Istilah gosip yang disebut Museveni merujuk pada opini, praduga, dan penghinaan yang ditujukan untuk pemerintah.

Dalam suratnya ke Kementerian Keuangan Uganda, Musaveni menyebut jika pajak media sosial bisa menjadi sumber pajak negara sekaligus mengurangi utang luar negeri.

Baca: Pemain Tunggal India Srikanth Evaluasi Penampilannya Usai Gagal Mempertahankan Gelar

Baca: Pasangan Pebulutangkis Adcock Berharap Bisa Tetap Mendukung Kesebelasan Timnas Inggris

Baca: Chris Rotok dan BKH Bisa Ikut Caleg

Ilustrasi(Forbes)

Setali tiga uang, Musaveni mendapat dukungan dari Menteri Komunikasi dan Informatika Uganda, Frank Tumwebaze yang mengatakan bahwa uang pajak akan membantu pemerintah untuk lebih banyak lagi berinvestasi dalam infratruktur broadband.

Pemerintah Uganda berharap mendapat pemasukan tambahan sebesar 100 juta dollar (sekitar Rp 1,4 triliun) dari pajak media sosial.

Halaman
123
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved