Berita Kabupaten Lembata

Dinas Pertanian Tanam Bawang 5 Hektar. Ini Tujuannya

Mulai hari ini, Kamis (5/7/2018), kami menanam benih bawang merah di kebun percontohan di belakang Kantor Camat Ile Ape

Dinas Pertanian Tanam Bawang 5 Hektar. Ini Tujuannya
pos kupang.com, frans krowin
Kebun percontohan bawang merah di Desa Kolontobo, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata. Gambar diabadikan, Kamis (5/7/2018) siang.

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, menanam bibit bawang merah di atas lahan seluas 5 hektare di Desa Kolontobo, Kecamatan Ile Ape, Kamis (5/7/2018). Lahan itu rencananya akan menjadi kebun percontohan bagi masyarakat.

"Mulai hari ini, Kamis (5/7/2018), kami menanam benih bawang merah di kebun percontohan di belakang Kantor Camat Ile Ape. Di tempat itu kami olah lahan seluas 5 hektare dan seluruhnya kami tanam bawang merah."

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Mathias Beyeng, kepada wartawan di Lewoleba, Kamis (5/7/2018).

Di atas lahan seluas itu, ia membutuhkan benih sebanyak 5 ton. Benih bawang itu dipasok dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bawang yang ditanam itu jenis philips yang cikal bakal benihnya berasal dari Filipina.

Untuk menanam benih sebanyak itu, lanjut dia, ia meminta bantuan kepada petani pada sejumlah kelompok tani binaan. Ada yang dari Lewoleba, tetapi kebanyakan petani di Ile Ape. Penanaman benih itu dibantu juga oleh para pegawai di kantor tersebut.

Dikatakannya, kebun bawang merah seluas 5 hektar itu dikelola langsung oleh dinas tersebut. Lahan yang digunakan itu pun bukan tanah milik negara melainkan lahan milik petani setempat. Olehnya sesuai rencana, bila pemerintah tak lagi menggunakan lahan tersebut maka selanjutnya akan ditinggalkan dan dikembalikan kepada pemilik.

Menurut Mathias, pihaknya mengolah lahan itu hanya dijadikan sebagai kebun percontohan. Artinya di tempat itu petani silahkan belajar tentang cara yang baik dalam menanam bawang merah. Petani juga akan diajarkan cara bertani dengan melihat peluang pasar. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved