Berita NTT

Dengan Sistem Pelayanan Online, Pasien Bisa Bikin Janji Dengan Dokter RSB Titus Ully

Launching pelayanan Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Ully berbasis system informasi (online) yang dilakukan oleh Kapolda NTT

Dengan Sistem Pelayanan Online, Pasien Bisa Bikin Janji Dengan Dokter RSB Titus Ully
pos kupang.com, ryan nong
Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman bersama Wakapolda NTT Brigjen Pol Victor Gustaf Manoppo, Irwasda Polda NTT Kombes Pol Novi Erwansyah dan Ibu-ibu Bhayangkara Polda NTT didampingi Karumkit RSB Titus Ully dr Marthinus Ginting meninjau alat CT Scan dalam ruang CT Scan RSB Titus Ully pada Kamis (5/7/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Launching pelayanan Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Ully berbasis system informasi (online) yang dilakukan oleh Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman pada Kamis (5/7/2018) di Rumah Sakit Bhayangkara menunjukkan upaya peningkatan kualitas pelayanan RS kepada pasien yang mengakses pelayanan kesehatan di rumah sakit polri itu.

Karumkit RSB Titus Uly Dr. Marthinus Ginting kepada wartawan usai kegitan Launching Sistem Pelayanan Berbasis IT dan Peresmian Ruang VVIP, CT Scan, dan Bronchoscopy menjelaskan, peningkatan pelayanan berbasis online ini dilakukan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pasien yang mengalami peningkatan secara signifikan dalam dua tahun terakhir.

"Awalnya kenapa kami membuat program ini, memang trendnya ketika dari tahun 2016, 2017 sampai 2018 ada kenaikan jumlah pasien, baik yang kami terima di poliklinik maupun di rawat inap memang (meningkat) sangat signifikan," ungkapnya.

Jika pada tahun 2016, jumlah pasien perbulan berkisar 2000an orang, saat ini bisa menembus jumah 6000an orang per bulan. "Jadi artinya dengan kondisi seperti ini apabila kami tidak membuat sistem seperti sekarang ini maka bayak sekali pasien yang ngantri di loket-loket itu," tambanya.

Menurut dokter yang akrab disapa Dokter Ginting itu, meskipun pihaknya sudah berupaya menambah jumlah loket dari tiga loket menjadi enam loket, namun tetap saja terjadi antrian pasien yang mengakses pelayanan di RSB.

"Loket sudah kami tambah, tadinya hanya tiga, kami tambah jadi lima, enam, itupun tetap ngantri karna ya itu memang jumlahnya cukup banyak," ungkapnya.

Dokter Ginting menjelaskan pihaknya berharap semoga dengan sistem online yang diluncurkan ini, ke depannya masyarakat bisa menggunakan aplikasi ini mendaftar dari tempat masing-masing. "Jadi ketika dia datang itu, dia hanya tinggal ke poliklinik saja misalnya poliklinik jantung, paru, radiologi, bedah. Pasien tinggal datang saja, karena ketika dia mendonload aplikasi secara online kemudian mendaftar, itu akan lagsung dikasih nomor urut pendaftaran," lanjutnya.

Selain untuk memudahkan pendaftaran dan menghindari antri di loket, system online ini juga dimaksudakan agar pasien bisa mendapat advise dari rumah sakit, sehingga pasien bisa tahu harus datang ke poli mana pada jam berapa.

Dengan adanya aplikasi ini, lanjut Dokter Ginting, pihak RSB memberikan kemudahan kepada pasien untuk bisa mengecek ruangan yang tersedia, dokter yang berpraktek, membuat janji dengan dokter, hingga mengakses pelayanan ambulance secara cepat.

"Dengan ini kita beri kemudahan pasien untuk cek, ada ngaak ruangan kosong, dokter yang berpraktik siapa saja. Pasien bisa juga bikin janji dengan dokter; saya mau ketemu dokter jam begini bisa nggak," urainya. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help