Berita Flores Tmur

WOW! Polres Flotim Musnahkan 925 Liter Miras Lokal

Pemusnahan dipimpin Kapolres Flotim AKBP Arri Vaviriyantho, disaksikan Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli, Ketua PN Larantuka

WOW! Polres Flotim Musnahkan 925 Liter Miras Lokal
pos kupang.com, feliks janggu
Kapolres Flotim AKBP Arri Vaviriyantho bersama wakil bupati Agustinus Payong Boli, Ketua PN Larantuka Setyo Yoga Siswantoro dan Dandim 1624/Flotim Letkol Inf.Komang Agus memusnahkan miras dan makanan kedaluarsa Rabu (4/7/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA- Kepolisian Polres Flotim memusnahkan sebanyak 925 liter minuman keras (Miras) lokal di halaman belakang mapolres Flotim Rabu (4/7/2018).

Miras sebanyak itu hasil sitaan Polres Flotim selama semester pertama Tahun 2018 di Flores Timur.

Pemusnahan dipimpin Kapolres Flotim AKBP Arri Vaviriyantho, disaksikan Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli, Ketua PN Larantuka Setyo Yoga Siswantoro dan Komandan Kodim 1624/Flotim Letkol Inf.Komang Agus.

Hadir juga Wakapolres Flotim Kompol Putra Gede Yasa, perwakilan dari Kejaksaan Larantuka dan anggota Polres Flotim.

Selain pemusnahan miras, pada kesempatan itu juga bahan makana kedaluarsa yang disita kepolisian, bekerja sama dengan Disperindag dan Dinkes Flotim juga dimusnahkan.

Sembako itu antara lain jenis permen, susu, dan makanan kering lainnya. Disita di kios dan toko-toko di Kota Larantuka.

Kapolres Arri kepada wartawan usai pemusnahan Miras dan makanan kedaluarsa menjelaskan berdasarkan analisa kejahatan yang ditangani kepolisian, miras lokal dominan menjadi pemicu tindakan kejahatan di Flotim.

Arri menyebutkan beberapa kejahatan setelah ditelusuri penyebabnya ternyata dipicu miras yakni penganiayaan, pengeroyokan, kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT, dan berbagai bentuk gangguan kamtibmas lainnya.

Sangat sedikit gangguan kamtibmas disebabkan oleh minuman yang didatangkan dari luar. Miras lokal tetap dominan memicu gangguan kamtibmas.

Kapolres Arri menilai masyarakat membutuhkan kepastian hukum terkait minuman keras di Flores Timur, untuk menemukan solusi terhadap masalah miras.

Miras di satu sisi, kata Kapolres Arri mengonsumsi miras melanggara hukum dan merugikan masyarakat tapi di sisi lain miras diperlukan untuk menunjang kegiatan budaya.

Karena itu perlu demi kemanusiaan perlu kajian ilmiah meneliti dampak miras lokal ini bagi kesehatan. Kapolres Arri mendorong pemerintah segera membuat perda tentang miras.

"Kita tidak menyalahkan pemda terlambat. Semua butuh proses, cuman terlalu lama. Masyarakat butuh kepastian," kata Kapolres Arri. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved