Waspadai dan Kenali Pemicu Risiko Kanker

Terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan dapat meningkatkan risiko kanker.

Waspadai dan Kenali Pemicu Risiko Kanker
KOMPAS.COM
Ilustrasi makanan 

POS-KUPANG.COM - Terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan dapat meningkatkan risiko kanker.

Demikian kesimpulan yang didapat dari sebuah riset yang dipimpin oleh peneliti dari Universite Sorbonne di Paris.

Demi mendapatkan hasil yang akurat, periset meneliti catatan medis, dan kebiasaan makan lebih dari 100.000 orang dewasa. Periset juga mendaftar asupan khas mereka dari 3.300 jenis makanan yang berbeda.

Baca: Fakultas Pertanian Undana Kupang Lepas 63 Wisudawan-wisudawati

Menurut Ahli Gizi Makanan yang melalui pemrosesan terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kanker.

Makanan tersebut termasuk kue, nugget ayam, roti yang diproduksi massal, minuman bersoda, manisan, dan daging olahan.

Semua makanan itu umumnya mengandung zat aditif, perasa, dan pengawet, serta tinggi gula, lemak, dan garam. Seperti dilansir laman CNBC, dalam riset yang telah diterbitkan dalam British Mendical Journal, terlihat ada peningkatan jumlah makanan olahan sebesar 10 persen dalam diet responden.

Hal tersebut ternyata mampu meningkatkan risiko kanker hingga 12 persen. Selain itu, temuan ini juga menekankan pentingnya diet sehat dan seimbang sebagai pilihan terbaik.

Riset menemukan 50 persen pola diet orang-orang di negara maju menggunakan makanan olahan sebagai menu harian. Inilah yang berkontribusi pada peningkatan kanker.

Menurut peneliti, hasil riset menunjukkan peningkatan konsumsi makanan olahan dapat mendorong peningkatan kanker dalam beberapa dekade mendatang.

The World Cancer Research Fund dan International Agency for Research on Cancer mengungkap, obesitas adalah penyebab kanker yang mudah dicegah setelah gaya hidup merokok.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help