Begini Cara Membaca Hasil Pilgub NTT 2018

Apa sebenarnya yang dapat dibaca dalam kemenangan kali ini? Sebuah pertanyaan usil, lebih lagi bagi orang yang kelebihan liburan seperti saya.

Begini Cara Membaca Hasil Pilgub NTT 2018
ilustrasi

Oleh: Robert Bala 

Diploma Resolusi Konflik Asia Pasifik, Universidad Complutense de Madrid

POS-KUPANG.COM - Quick Count telah memberikan gambaran `kasar' tentang kemenangan pilgub NTT. Pasangan VBL -JNS `dipastikan' akan memimpin NTT lima tahun ke depan. Yang lain harus puasa dan legowo. Selanjutnya, perlu segera `move on', beralih dari jagoannya dan memupukan tenaga untuk terus berjalan bersama gubernur tepilih.

Apa sebenarnya yang dapat dibaca dalam kemenangan kali ini? Sebuah pertanyaan usil, lebih lagi bagi orang yang kelebihan liburan seperti saya. Tidak ada `kerja', hanya bisa mengambil pena dan coba mencorat-coret, siapa tahu dapat menjadi pembelajaran berharga.

Kekuatan Internal?

Melihat hasil Pilgub NTT, ada sedikit keheranan. Sehari sebelumnya, penulis `asal-asalan' membuat prediksi dengan prediksi kemenangan VBL-JNS. Alasan melihat peta dukungan yang hampir seimbang, kelihatan gerakan `merakyat' yang dilakukan pasangan ini akan sangat bermakna.

Kehadiran artis ibu kota dan gambaran bahwa pasangan ini telah `selesai' dengan dirinya sendiri (pesawat saja bisa beli), memberi kesadaran bahwa mereka tidak akan kembali ke NTT untuk memupuk kekayaan bagi dirinya sendiri.

Gerakan cukup merakyat yang sudah dibangun jauh sebelumnya seperti levico, sekadar rmenyebut satu contoh adalah hal yang membekas ke akar rumput. Yang tidak kalah penting, `hengkangnya' figur sentral PDIP NTT mendukung VBL-JNS merupakan gebrakan yang sangat kentara.

Merujuk pada faktor eksternal (tanpa memandang rendah kompetensi internal), harus diakui bahwa kemenangan kali ini tidak bisa ditentukan sama sekali oleh kompetensi internal maupun program unggulan sebagai alternatif solusi atas masalah yang dihadapi di NTT.

Dan, Pekerjaan Rumah (PR) tentang pemberantasan korupsi hal mana menjadi `julukan NTT' (Nusa Tetap Terkorup) menjadi sebuah ruang tanya yang mestinya digagas lebih jauh.

Artinya, sejauh mana eforia kampanye bisa menjadi jaminan akan adanya pengetatan yang lebih baik dalam pengelolaan dana bersama. Yang tidak kalah penting adalah pertanyaan tentang apa makna `VBL-JNS' sudah selesai dengan dirinya sendiri? Sebuah semboyan yang kelihatan mudah tetapi dalam kenyataan masih menyimpan tanda tanya.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved