Ini Cara Terbaik Cas Baterai Smartphone, Menurut Sains

Di era digital seperti saat ini, hidup tanpa ponsel merupakan hal yang sulit dilakukan.

Ini Cara Terbaik Cas Baterai Smartphone, Menurut Sains
KOMPAS.COM
Stasiun pengisian baterai gawai Mito di Istanbul 

Setelah baterai ponsel pintar mencapai 100 persen tapi tetap dicolokkan, mereka akan memasuki "trickle charge" yang membuatnya tetap penuh. Hal ini membuat baterai terus berada dalam tegangan tinggi.

Padahal, tegangan tinggi ini bisa mengurangi proses kimia di dalamnya. "Saat baterai terisi penuh, cabut perangkat pengisi dayanya," kata Artikel tersebut.

"Ini (melepas perangkat pengisi daya) seperti melemaskan otot-otot setelah olahraga berat," sambungnya.

2. Jangan Mengisi Sampai 100 Persen

"Li-ion tidak perlu diisi penuh, juga tidak harus mengisinya penuh," kata artikel di Battery University.

"Bahkan, lebih baik untuk tidak mengisi penuh, karena tegangan tinggi justru membuat stres baterai (untuk jangka panjang)," imbuh tulisan tersebut.

Mungkin hal ini berlawanan dengan intuisi Anda yang ingin menjaga ponsel tetap hidup sepanjang hari. Tapi, untuk usia baterai lebih lama, isilah daya beberapa kali ketika Anda bisa.

3. Cas Kapanpun Anda Sempat

Siapa sangka beterai ponsel pintar jauh lebih "bahagia" ketika kita mengisi daya sesekali sepanjang hari. Ini berlawanan dengan cara mengisi baterai sekali namun ketika tinggal 10 atau 20 persen.

Menurut Battery University, mengisi daya ketika baterai kehilangan 10 persen adalah cara terbaik.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help