Jurnalisme Warga

Drivers for Change: Catatan Inspiratif Anak Muda Mollo dari Inggris (4)

Isu ini masuk begitu cair ke dalam banyak program spesial antara lain, kelas pendidikan seni Asia selatan, residensi

Drivers for Change: Catatan Inspiratif Anak Muda Mollo dari Inggris (4)
FOTO DICKY SENDA
Eid Community Festival di salah satu taman Kota Bradford Inggris 

Oleh Dicky Senda

POS-KUPANG.COM - Saya tidak punya bayangan apa-apa tentang kota Bradford. Tapi ketika datang teman-teman saya bilang bahwa kota ini punya banyak orang Pakistan. Benar saja saya menemukan banyak orang Pakistan dan kami langsung diajak menghadiri Eid Community Festival malam harinya di salah satu taman kota.

Festival ini umumnya dirayakan seminggu setelah Idulfitri. Di Eid Community Festival, saya mendadak seperti terlempar ke pasar malam di Indonesia dengan berbagai permainan seperti komedi putar, bianglala, rumah hantu dan tentu saja kios-kios menjual makanan dengan citarasa Asia.

Tiba di Bradbrod, kami mampir minum kopi dan melewati beberapa sesi diskusi di Kala Sangam, sebuah pusat seni budaya yang bergerak dengan model kewirausahaan sosial di jantung kota, setelah menempuh perjalanan dua jam dari Liverpool.

Dalam bahasa Sansekerta, Kala artinya kesenian dan sangam artinya tempat berkumpul. Ia menjadi pusat seni yang menghubungkan seniman dari berbagai wilayah di Inggris maupun dunia, dengan misi memperkenalkan kebudayaan Asia selatan dan seni kontemporer Inggris Raya.

"Kami ingin orang memahami dan memberi apresiasi kepada seni tradisi dari Asia selatan sekaligus meningkatkan kepedulian akan isu sosial, ras dan kebudayaan. Lewat kesenian komunitas warga yang beragam ini kami harap bisa ada rasa saling hormat dan harmoni antar budaya."

Bradford
Bradford (FOTO DICKY SENDA)

Demikian yang saya baca di brosur komunitas. Visi misi ini tentu saja punya spektrum yang panjang dan jauh ke depan, bagaimana generasi muda Bradford kelak hidup dalam semangat keberagaman.

Oya, satu hal lagi yang menurut saya unik dari komunitas ini, isu kesehatan mental juga menjadi kepedulian mereka.

Kala Sangam didirikan tahun 1993 oleh Dr. Shripati Upadhyaya, seorang konsultan di sebuah klinik psikologi, yang punya ketertarikan bagaimana seni bisa dipakai untuk menolong orang dengan kebutuhan khusus, mereka yang mempunyai masalah kesehatan mental.

Isu ini masuk begitu cair ke dalam banyak program spesial antara lain, kelas pendidikan seni Asia selatan, residensi, pementasan dan program pengembangan khusus bagi guru kesenian di Bradford.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved