Pilkada Serentak 2018

Warga di 2 TPS di Sumba Barat Daya Tolak Pemungutan Suara Ulang

Warga di dua TPS di Desa Kalembu Weri, Kecamatan Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), menolak untuk mengikuti pemungutan suara ulang

Warga di 2 TPS di Sumba Barat Daya Tolak Pemungutan Suara Ulang
Pos Kupang/Oby Lewanmeru
Jemris Fointuna 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Warga di dua tempat pemungutan suara (TPS) di Desa Kalembu Weri, Kecamatan Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), menolak untuk mengikuti pemungutan suara ulang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu NTT, Jemris Fointuna, mengatakan, dua TPS itu adalah TPS 1 dan 2.

Baca: Pancasila Dinilai Jadi Titik Temu Agama dan Demokrasi

"Jadwalnya pemilihan suara ulang itu kemarin, tapi tidak jadi karena warga menolak," kata Jemris kepada Kompas.com, Minggu (1/7/2018).

Menurut Jemris, warga menuntut pemungutan suara ulang digelar di semua TPS di Kecamatan Wewewa Barat.

Jemris mengatakan, tuntutan itu tidak mungkin dipenuhi, karena TPS lainnya di Kecamatan Wewewa Barat tidak bermasalah.

"Kami berharap, Komisi Pemilihan Umum, selaku pelaksana teknis, bisa menyelenggarakan pemilihan suara ulang, dan aparat keamanan bisa menjamin keamanan supaya pemilihan ulang bisa dilaksanakan," ujar dia.

Jemris juga berharap pemungutan suara ulang tetap dilaksanakan agar proses rekapitulasi di tingkat PPK, KPU Kabupaten, dan KPU Provinsi tidak terganggu.

Jemris menjelaskan, pihaknya mengusulkan pemungutan suara ulang di TPS itu karena ada temuan pelanggaran olej Panwas Kabupaten Sumba Barat Daya di dua TPS terseut.

Berdasarkan temuan itu, di salah satu TPS tidak lakukan pencoblosan pada tanggal 27 Juni 2018. Di satu TPS lainnya, surat suara dicoblos oleh salah satu saksi dan ada satu anggota KPPS yang bertugas masukan surat suara yang dicoblos ke dalam kotak suara.

Pilkada di Sumba Barat Daya pada 27 Juni diikuti tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati serta empat calon gubernur dan wakil gubernur NTT.

Tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yang bertarung yakni Kornelius Kodi Mete-Kristian Taka (diusung PDI-P, Hanura dan PAN serta Demokrat), Dominggus Dama -Kornelius Tanggu Bore (diusung partai PKB, PPP, PKPI dan PBB), dan Markus Dairo Tallu, S.H-Gerson Tanggu Dendo (diusung Partai Nasdem dan Golkar). (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help