Pilkada Serentak 2018

KPU Sulsel Sebut PPK Sodorkan C1 Palsu Dalam Rekapitulasi Pilkada Makassar

KPU Sulawesi Selatan menemukan adanya beberapa from C1 palsu yang disodorkan oleh Petugas Penyelenggara Kecamatan (PPK) dalam Pilkada Kota Makassar.

KPU Sulsel Sebut PPK Sodorkan C1 Palsu Dalam Rekapitulasi Pilkada Makassar
KOMPAS.COM
Viral, data hasil perolehan suara Pilkada Makassar yang diduga dimanipulasi beredar luas di media sosial.

POS-KUPANG.COM | MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan menemukan adanya beberapa from C1 palsu yang disodorkan oleh Petugas Penyelenggara Kecamatan (PPK) dalam Pilkada Kota Makassar.

KPU Sulsesl turun tangan menangani rekapitulasi data peroleh suara Pilkada Kota Makassar yang diduga dimanipulasi.

Baca: Dikejar Orang Sakit Jiwa, Anak Usia 8 Tahun di Belu Terjatuh dari Pohon. Begini Kondisinya

Hal tersebut diungkapkan Komisioner KPU Sulsel, Uslimin saat menggelar konfrensi pers, Sabtu (30/6/2018) sore.

Menurut dia, kasus ini tengah diselidiki Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Makassar dan dilakukan pemeriksaan ulang seluruh data C1 yang disodorkan PPK ke KPU Makassar.

"Jelas sudah ada beberapa ditemukan dan ternyata beberapa form C1 yang disodorkan PPK ke KPU Makassar ternyata abal-abal atau palsu. Dengan munculnya kegaduhan di Pilkada Makassar, KPU Sulsel diminta oleh KPU Pusat agar membantu," katanya.

Uslimin mengutarakan, data yang tayang di portal infopemilu.kpu.go.id, KPU Sulsel berdasarkan olahan Sistem Informasi Penghitungan (Situng).

Situng bukan merupakan perhitungan final karena ada hasil rekapitulasi secara berjenjang di kecamatan, kabupaten atau kota, dan terakhir provinsi.

"Petugas operator KPU Makassar yang menerima C1 dari PPK tidak melakukan pemeriksaan secara teliti dan langsung melakukan scan dan ter-input di portal infopemilu.kpu.go.id melalui Sistem Informasi Penghitungan (Situng). Tapi kami akan benahi lagi dan mencocokkan semua," tuturnya.

Terkait adanya praktik kecurangan dalam rekapitulasi perhitungan suara, menurut Uslimin, KPU Sulsel menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan Bawaslu.

"Jika sudah terindikasi pelakunya, kami tidak segan-segan menindak tegas. Siapa pun itu orangnya. Kita menyerahkan semuanya proses penyelidikan dan pemeriksaan Bawaslu. Kita serahkan proses hukumnya berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku," tegasnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved