Bentuk Polres Baru, Polda NTT Berharap Bantuan dan Dukungan Pemda

Kepolisian Daerah NTT berharap ada bantuan dan dukungan dari pemerintah daerah (pemda) dalam rangka proses pembentukan Polres baru

Bentuk Polres Baru, Polda NTT Berharap Bantuan dan Dukungan Pemda
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kapolda NTT, Irjen Pol Drs. Raja Erizman di Mapolda NTT, Kamis (28/6/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) berharap ada bantuan dan dukungan dari pemerintah daerah (pemda) dalam rangka proses pembentukan Polres baru di enam kabupaten di NTT.

Hal ini dikatakan Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman saat ditanya Pos Kupang terkait perkembangan proses pembentukan Polres baru di NTT. Kapolda yang didampingi Wakapolda NTT Brigjen Pol Victor Gustaf Manoppo dan beberapa pejabat utama Polda NTT saat berada di Markas Ditpolairud Polda NTT Desa Bolog Kecamata Kupang Barat Kabupaten Kupang pada Sabtu (30/6/2018) pagi itu mengatakan pihaknya berharap ada dukungan dan bantuan dari pemerintah daerah (pemda) berupa hibah lahan serta bangunan Polres.

Baca: Ini Harapan Mendikbud Muhadjir Saat Pencanangan Revitalisasi SMK di Jakarta

"Kita sebenarnya berharap ada bantuan dan dukungan pemda dalam bentuk hibah penggunaan lahan dan bangunan untuk polres," ungkap Raja Erizman.

Namun, lanjutnya, semua dukungan itu tentu tergantung pada keuangan daerah masing masing pemda. Mantan Kadivkum Mabes Polri ini juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan pembentukan polres-polres ini ke Mabes Polri.

"Kita juga sudah mengusulkan ke pusat (Polri), soal bagaimana pembangunan polres-polres sehingga kita sangat berharap semua daerah tingkat dua di NTT sudah ada polresnya masing masing," tambannya.

Saat ini masih terdapat enam kabupaten yang belum memiliki polres sendiri. Keenam kabupaten tersebut adalah Kabupaten Malaka, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya (SBD), Manggarai Timur, Nagekeo, serta Sabu Raijua.

"Kita masih kekurangan enam polres di enam kabupaten. Bahkan ada satu polres yang membawahi tiga kabupaten sekaligus seperti di (Polres) Sumba Barat, yang juga membawahi Kabupaten Sumba Tengah dan kabupaten SBD," ungkapnya.

Orang nomor satu di Polda NTT ini juga mengatakan bahwa, kabupaten SBD belum mendapat perhatian khusus karena masih bersatu dibawah wilayah Polres Sumba Barat. Ia mengharapkan pemda juga ikut merasakan ini sebagai sebuah kebutuhan.

"Kita tahu seperti SBD ini yang belum dapat perhatian khusus. Kita berharap pemda juga ikut merasa, kalau keuangan pemda mencukupi, ya silahkan," ujarnya.

Perwira dengan dua bintang di pundak ini juga mengakui kalau komunikasi yang dibangun dengan pemerintah daerah berjalan bagus selam ini. Ia mengatakan, jika keuangan pemda stabil dan ikut memberi dukungan dalam proses pembangunan polres, maka pihaknya menyambut dengan senang hati.

"Kita komunikasi bagus, mugkin karena pelaksanaan pilkada ini pemda juga keluarkan anggaran, saat ini misalnya pemda tingkat satu mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk keamanan. Nanti kalau ke depan, pemda dengan keuangan yang sudah stabil memberi andil dalam pembangunan polres-polres ya kita menyambutnya dengan senang hati," ungkapnya.

Tentang prioritas dan urgensitas pembentukan polres baru ini, Kapolda menyatakan bahwa semua daerah urgen untuk dibentuk Polres baru, seperti contoh kabupaten Malaka sebagai daerah perbatasan, tentu harus dipikirkan, termasuk SBD yang belum mendapat perhatian. Hal ini diamini oleh Wakapolda. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved