Catatan Sepakbola

Suami Idaman itu Seperti Pemain Jerman

Pilkada dan sepakbola itu sama dan sebangun dalam satu hal: mengaduk-aduk emosi, mengharubiru hati.

Suami Idaman itu Seperti Pemain Jerman
Penjaga gawang Jerman, Manuel Neuer (tengah), berusaha meninju bola sebelum dicocor kapten Korea Selatan, Son Heung-min (kiri), dalam pertandingan penyisihan Grup F Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Kazan, Rabu (27/6/2018). 

Catatan Sepakbola Dion DB Putra

POS-KUPANG.COM - Kalau hari ini ada teman tiba-tiba jadi pendiam, ditegur malah tersinggung, diajak makan malah nolak, dipelototi tambah marah, bisa dipastikan karena dua hal. Jika bukan karena calonnya kalah pilkada, maka dia adalah suporter Jerman. Biarkan dia menyendiri dulu!

Suami idaman itu seperti pemain Jerman. Ganteng, gagah dan pulang cepat ke rumah. Hahaha... Begitulah antara lain meme yang sempat tersebar luas di jagat medsos pascakekalahan Jerman 0-2 melawan tim pekerja keras dari Asia, Korea Selatan 27 Juni 2018.

Ya, Rabu 27 Juni 2018 banyak yang baper dan melo di negeri ini. Tak sedikit yang meringis pedih. Tumpah air mata karena calon idolanya gagal total di arena pilkada, entah level pilgub, pilbub atau pemilihan walikota. Banyak pula tawa dan canda merayakan kemenangan 27 Juni.

Pilkada punya hukumnya sendiri. Banyak yang maju berdua-dua tapi hanya satu pasangan calon terpilih. Piala Dunia pun demikian. Banyak finalis gagah perkasa namun cuma satu juara sejati. Pilkada dan sepakbola itu sama dan sebangun dalam satu hal: mengaduk-aduk emosi, mengharubiru hati.

Bek Korea Selatan, Kim Young-gwon (kanan), mencetak gol ke gawang Jerman yang dikawal Manuel Neuer dalam pertandingan penyisihan Grup F Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Kazan, Rabu (27/6/2018).
Bek Korea Selatan, Kim Young-gwon (kanan), mencetak gol ke gawang Jerman yang dikawal Manuel Neuer dalam pertandingan penyisihan Grup F Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Kazan, Rabu (27/6/2018). (BOLA SPORT.COM)

Tim nasional Jerman punya ratusan juta pemuja di seantero dunia. Dari Berlin hingga Besikama, dari Leningrad sampai Lewoleba, Moskwa hingga Mokantarak dari Porto Alegre sampai Papua.

Mengingat reputasinya yang mengagumkan, Jerman adalah barometer sepakbola sejagat. Maka wajar jika mereka kalah melawan tim mungil seperti Korea Selatan, semua orang seolah tak percaya. Apalagi ini kegagalan pertama Jerman di fase grup sejak terakhir di Piala Dunia 1938. Rekor terburuk dalam 80 tahun!

Jerman empat kali juara Piala Dunia dan mereka pergi ke Rusia dalam status sebagai juara bertahan (2014). Pada laga terakhir Grup F, mayoritas orang yakin Der Panzer bisa mengatasi pasukan dari negeri gingseng. Menang atas Korsel berarti lolos babak knock -out.

Hanya sedikit yang menyadari bahwa Jerman 2018 bukan Jerman 2014. Jauh sekali kualitasnya meskipun juru masaknya masih orang yang sama. Pria parlente yang doyan pakai kaus oblong, Joachim Loew. Loew sudah kehilangan sentuhan kreatifnya meramu Der Panzer untuk bekerja disiplin dan efektif dalam 90 menit.

Di Kazan Arena 27 Juni, serangan Jerman mentok di luar kotak enam belas meter. Jonas Hector, Sami Khedira, Toni Kroos, Leon Goretzka, Mesut Oezil, Marco Reus dan Timo Werner kehabisan ide untuk menerobos masuk arena terlarang Korsel.

Keisuke Honda (kanan) merayakan gol bersama Shinji Okazaki pada pertandingan Grup H Piala Dunia 2018 Rusia antara Jepang dan Senegal di Ekaterinburg Arena, 24 Juni 2018.
Keisuke Honda (kanan) merayakan gol bersama Shinji Okazaki pada pertandingan Grup H Piala Dunia 2018 Rusia antara Jepang dan Senegal di Ekaterinburg Arena, 24 Juni 2018. ((Anne-Christine POUJOULAT/AFP))
Halaman
1234
Penulis: dion_db_putra
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help