Jurnalisme Warga

Drivers for Change: Catatan Inspiratif Anak Muda Mollo dari Inggris (1)

Catatan berikut dan beberapa catatan lainnya akan berisi pengalaman saya mendapat kesempatan hadir di sebuah kegiatan orang muda

Drivers for Change: Catatan Inspiratif Anak Muda Mollo dari Inggris (1)
ISTIMEWA
Dicky Senda 

Kak Ita mampir sebab akhirnya diputuskan untuk memakai jasa visa priority (5 hari jadi) mengingat tidak mungkin kalau memakai jalur normal 14 hari kerja. Kak Ita datang untuk meminjamkan kartu kreditnya. Malaikat kedua!

Prosesnya tidak serumit yang saya bayangkan. Mungkin karena sudah berbekal `surat sakti' dari British Council, prosenya tidak kurang dari 10 menit. Tidak ada wawancara mendalam.

Selanjutnya, Dinda teman baik saya saat ikut Youth Leader Forum dari GMB tahun 2015 yang membantu saya untuk mengambil visa lima hari berikutnya, membantu menitipkan ke teman lain dari Oxfam (Nadine, malaikat ketiga), lalu dari Nadine visa itu dibawa dengan selamat ke Kupang sama mas Marcel Oxfam (malaikat keempat saya!). Tuhan baik, lewat banyak tangan orang baik.

***

Inggris1
Inggris1 (FOTO DICKY SENDA)

Pagi ini saya memandang gedung pencakar langit kota Doha dari jendela terminal. Begitu banyak manusia di terminal ini namun rasa sepi yang saya dapatkan.

Rapi, tertib, tenang terlihat di mana-mana. Jam 8 nanti pesawat Qatar Airways akan membawa saya dan Sisca ke London. 7,5 jam penerbangan, begitu tertulis di boarding pass.

Sisca berkali-kali membuat saya tertawa dan sejenak melupakan banyak hal yang masih mengganjal. Apakah ini nyata? Tentu saja. Saya telah menghabiskan waktu lebih dari 7 tahun setelah lulus kuliah untuk aktif bergiat di komunitas, berkreativitas dan mengembangkan

Agenda di selama 11 hari adalah saya dan Sisca bersama 80 orang muda Inggris dan 18 orang muda lainnya dari Pakistan, Mesir, Afrika Selatan dan Brazil akan mengunjungi 8 kota besar di Inggris, mulai dari Liverpool, Sunderland, Edinburgh hingga Port Talbot dan akan berakhir di London.

Kami dijadwalkan akan mengungunji banyak komunitas di Inggris yang sudah menerapkan ide Kewirausahaan sosial dalam aksi sosial mereka.

Kami akan bertemu dengan banyak warga aktif dari Inggris dan banyak negara berkembang, akan mengikuti lokakarya, diskusi dan tentu saja saling berbagi ide dan cerita terkait mimpi dan gerakan di masing-masing komunitas.

Saya tentu saja hadir dengan membawa banyak mimpi dari Timor, dari Mollo dari Lakoat.Kujawas.

Oya, Sisca sendiri adalah salah satu orang muda keren dari Jawa Tengah. Beliau dan teman-temannya di Spedagi dan masyarakat di Temanggung bikin pasar Papringan yang sangat keren.

Hutan bambu warga desa yang terbengkalau dijadikan pasar yang bukan sembarang pasar, dua bulan sekali. Di pasar itu masyarakat menjual kembali produk pangan lokal mereka yang sehat.

Hutan bambu menjadi bersih terawat, masyarakat menggali kembali banyak kearifan lokal mereka dan semuanya diapresiasi baik oleh orang dari luar yang datang. Ada misi tersendiri, orang cinta dan bangga akan kampung halamannya.

Model revitalisasi kampung yang keren. Kalian bisa menyimaknya di media sosial. Selalu senang bertemu orang-orang muda dengan aksi sosial yang keren. Orang-orang muda yang punya keberpihakan pada komunitas warga.

Kisah ini akan berlanjut. Saya sungguh tidak sabar untuk memulai petualangan 11 hari di Inggris Raya.

Terima kasih British Council Indonesia untuk kesempata emas ini. Terima kasih Sisca yang sudah menjadi teman perjalanan yang seru. Kita baru bertemu semalam di Terminal 2D Soekarno Hatta dan langsung akrab. Banyak teman Sisca juga adalah teman saya.

Apapun yang kita lakukan dengan riang hati dan passion yang besar, pada akhirnya juga akan mempertemukan dengan banyak orang baik dengan visi dan mimpi yang sama dengan kita.

Ini sungguh kesempatan emas bagi saya untuk belajar sekaligus memperkenalkan apa yang sudah kami kerjakan di Timor bersama komunitas warga.

Kesempatan untuk berjejaring secara luas dan membuktikan bahwa dari wilayah kecil yang tidak dianggap, kita bisa. Semua punya kesempatan yang sama untuk maju. Nantikan catatan saya berikutnya. Saya siap berbagi pengalaman inspiratif selama mengikuti kegiatan orang muda bernama Drivers for Change ini. *

* Dicky Senda adalah penulis 3 buku cerpen, pegiat makanan dan sejak dua tahun terakhir bergiat di sebuah komunitas warga bernama Lakoat.Kujawas di Desa Taiftob, Kapan, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lakoat.Kujawas merupakan komunitas yang mengintegrasikan kewirausahaan sosial dengan perpustakaan warga, ruang berkesenian, toko online produk khas Mollo, homestay dan ruang arsip.

Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help