Jurnalisme Warga

Drivers for Change: Catatan Inspiratif Anak Muda Mollo dari Inggris (1)

Catatan berikut dan beberapa catatan lainnya akan berisi pengalaman saya mendapat kesempatan hadir di sebuah kegiatan orang muda

Drivers for Change: Catatan Inspiratif Anak Muda Mollo dari Inggris (1)
ISTIMEWA
Dicky Senda 

Mengisi aplikasi online di Mollo yang akses internetnya mengerikan itu juga bukan sebuah pekerjaan yang muda.

Ketika saya merasa hampir selesai mengirim aplikasi, saya baru sadar kalau ada satu anjuran di aplikasi itu yang belum saya lakukan: menjawab satu dari sekian pertanyaan itu dalam bentuk video, mengirim ke Youtube dan memberikan link Youtube ke panitia seleksi lewat aplikasi yang akan saya kirim. Dan, waktu saya tinggal 30 menit kurang lebih.

Saya ingat malam itu, Mollo sedang berkabut dan dingin sekali, saya harus keluar dari teras rumah, merayap di antara tiang-tiang teras supaya mendapat jaringan internet yang bagus hanya untuk mengirim video pendek berdurasi 2 menit ke Youtube.

Singkat cerita video itu terkirim, aplikasi lengkap terkirim dan beberapa bulan kemudian saya mendapat surat elektronik dari British Council Indonesia dan Drivers for Change kalau saya diterima dan akan berangkat ke Inggris dengan berbagai salah satu syarat yang tidak kalah ribetnya: mengurus visa!

Prosesnya tidak gampang ternyata, sebab ada saja kendala yang saya temui kemudian.

Pertama, saya dilema sebab bapak saya baru saja sakit cukup serius, melewati dua kali proses operasi yang memakan banyak biaya dan saya merasak agak bimbang saja untuk pergi meski semua biaya ditanggung British Council Indonesia (kecuali biaya keberangkatan ke Jakarta untuk mengurus visa plus biaya visanya, harus saya tanggung sendiri).

Inggris
Inggris (FOTO DICKY SENDA)

Dilemanya makin kuat. Saya akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari proses ini. Beberapa hari kemudian, kak Ita mengontak kembali. Intinya saya harus tetap ikut dan BC Indonesia yang akan menanggung biaya visa.

Waktunya memang sudah semakin mepet, mengingat juga libur Lebaran akan tiba dan memotong banyak sekali waktu untuk mengurus visa (normalnya 14 hari kerja). saya masih saja merasa berat. Saya harus beli tiket ke Jakarta PP.

Saya tahu dan merasa dalam banyak kesulitan, selalu saya ada hal baik menghampiri. Selalu saya ada orang baik datang menolong. Ada jalan keluar yang sungguh mulus.

Saya tiba-tiba dikontak untuk sebuah pekerjaan singkat di Jakarta minggu itu juga. Minggu ketika saya dilema untuk pergi ke Jakarta mengurus visa. Saya sambut pekerjaan itu dengan sukacita. Segera aplikasi visa yang sudah saya isi saya kirim.

Halaman
1234
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved