Pilgub NTT

Dikunjungi Viktor Laiskodat, Esthon Foenay Minta Jangan Jual Tanah Rakyat

Calon Gubernur Esthon Foenay meminta kepada Viktor untuk menjaga tanah rakyat dari investor karena tanah di NTT sudah sangat terbatas.

Dikunjungi Viktor Laiskodat, Esthon Foenay Minta Jangan Jual Tanah Rakyat
POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Esthon Foenay pose bersama pendukungnya seusai pertemuannya dengan Viktor Laiskodat di kediamannya di Kelurahan Oepura, Kota Kupang, Jumat (29/6/2018). 

“Ya, kalau beliau datang ke sini ya pastinya sebagai adik dan kakak, karena (Viktor) lebih muda. Jadi, mari kita bersatu untuk memberikan apresiasi dukungan demi rakyat NTT karena yang menang adalah rakyat,” ujar Esthon.

Ia juga kembali menegaskan kalau kemenangan pasangan calon mana saja merupakan kemenangan milik rakyat.

Mantan Ketua Harian KONI NTT periode 2009-2013 itu membeberkan, selama pertemuan berlangsung. dia dan Viktor hanya bertukar pikiran saja.

“Misalnya, kalau kita mau percepat penanggulangan kemiskinan, kita akan sama-sama mendata secara akurat siapa yang miskin, tinggal di mana, miskin karena apa. Untuk mengatasi kemiskinan ini kita sama-sama menggunakan mitra yang sudah ada yang selama ini berakar dalam masyarakat.”

Baca: Begini Dampak Penutupan Rute Penerbangan Kupang-Bali

Yang dia maksud dengan mitra ini adalah Forum Komunikasi Umat Beragama seperti Unit Pelaksana Diakonia dalam Kristen Protestan, Kelompok Umat Basis (KUB) dalam agama Katolik dan zakat fitrah dan amal sedekah dalam agama Islam.

Dari mitra umat beragama inilah, menurut Esthon, pemerintah dapat mengetahui dan mendata secara akurat masyarakat yang masih hidup dalam kemiskinan.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat NTT untuk menerima hasil pemilihan gubernur dan kepala daerah yang diproses KPU.

“Tadi sudah dirilis oleh KPU kalau pasangan nomor urut 4 yang meraih suara terbanyak. Kita mendoakan, kita mengakui dan kita mendukung. Tiga hari yang lalu saya belum mau beri komentar karena masih dalam proses, jangan sampai saya mendahului KPU dengan data yang tidak akurat. Namun, sekarang sudah ada (hasil pilgub) di media sosial, di KPU dan real count juga sudah ada,” tegasnya.

Selain membicarakan masalah kemiskinan, Esthon berujar, mereka berdua juga membahas potensi-potensi alam yang ada di NTT seperti kekayaan ikan di laut NTT. Menurutnya, potensi ikan di NTT sebanyak 348 ribu ton per tahun masih belum digarap karena masalah teknis.

“Misalnya, kita tidak ada kapal untuk mengawasi orang asing ambil ikan di laut. Padahal ada sekira 17 jenis ikan yang ada di NTT mulai dari ikan sarden sampai ikan Paus.”

Menurut Esthon, ada banyak hal yang dibicarakan keduanya selama kurang lebih dua jam pertemuan itu. Misalnya, perihal masalah pendidikan, kesehatan dan olahraga. (*)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help