Polisi Tembak Warga Sumba Barat

Tuntut Penyelesaian Kasus Penembakan Poro Duka, Sejumlah Aktivis Lakukan Aksi Massa di Mapolda NTT

Sejumlah aktivis Mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Solidaritas untuk Marosi Kembali lagi melakukan aksi.

Tuntut Penyelesaian Kasus Penembakan Poro Duka, Sejumlah Aktivis Lakukan Aksi Massa di Mapolda NTT
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Aksi massa Solidaritas Untuk Marosi di Depan Mapolda NTT yang menuntut dituntaskannya kasus penembakkan Poro Duka Oleh Oknum Kepolisian, Kamis (28/6/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sejumlah aktivis Mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Solidaritas untuk Marosi Kembali lagi melakukan aksi masa menuntut penyelesaian kasus penembakkan Poro Duka, Kamis (28/6/2018) siang.

Aksi massa dilakukan sekira pukul 11.30 Wita tepat di depan Mapolda NTT Jl Soeharto Kota Kupang dan dikawal ketat oleh sejumlah aparat kepolisian dari Resort Kupang Kota.

Baca: Selama Enam Bulan Kabupaten TTS Alami Beberapa Kali Bencana Alam, Ini Akibatnya

Solidaritas untuk Marosi merupakan aliansi yang tergabung dari Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) NTT, Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Kupang dan Ikatan Tokoh Adat Pencari Keadilan dan Kebenaran (ITA PKK) SoE.

Matias Kayun, Koordinator Solidaritas untuk Marosi kepada POS-KUPANG.COM seusai melakukan aksi mengatakan, pihaknya menilai proses penyelesaian penembakkan Poro Duka di Sumba Barat berjalan lambat padahal, kata Matias, penanganan kasus oleh Polres Sumba Barat ke Kepolisian Daerah NTT telah dilakukan sejak tanggal 08 Juni 2018 lalu.

"Sehingga kami dari aliansi menduga jangan sampai ada keterlibatan oknum kepolisian NTT dalam kasus tersebut," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga menilai Polres Sumba Barat Kurang Profesional dalam menangani kasus ini sehingga kasus tersebut dilimpahkan ke Kepolisian NTT.

"Jadi kami menilai bahwa kasus ini sebenarnya sudah ditangani secaa serius ketika tim kepolisian dari Mabes Polri datang menangani kasus tersebut. Sebenarnya itu sudah merupakan titik terang bagaimana penanganan kasus itu minimal pelaku penembakan sudah ditemukan,"

Pihaknya berharap, kasus kematian Poro Duka perlu ditangani secara serius dan profesional sehingga dapat menemukan siapa pelaku penembakan Poro Duka.

Sementara itu, Orlando Orolaleng selaku Koordinator lapangan mengatakan, di tengah gencarnya perampasan tanah rakyat di NTT khususnya di kabupaten Sumba Barat, pihaknya tidak menginginkan kasus serupa yang dialami oleh Poro Duka akan kembali terjadi terjadi lagi.

"Sehingga dalam aksi masa ini kami menuntut pihak Kepolisian Daerah NTT agar kasus Poro Duka segera diselesaikan karena kasus ini juga berkaitan erat dengan perampasan tanah," kata Orlando.

Ia menjelaskan, pihaknya mendapat penjelasan dari kepolisian saat melakukan audiens bahwa untuk penanganan kasus Poro Duka sampai saat ini sedanf dilakukan uji balistik terhadap senjata yang digunakan saat pengamanan, uji Balistik tersebut, kata Orlando, diaksanakan di Labfor Bali.

"Jadi sedang menunggu hasil dari uji dari Labfor (Laboratorium Forensik) itu. Menjadi satu kekecewaan untuk uji balistik itu tidak ditentukan sampai batas waktunya sampai kapan. Yang menjadi ketakutan kasus ini didiamkan dan berlarut-larut," katanya. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help